Studi University of Maryland mengungkap pemilik golongan darah A1 memiliki risiko 16% lebih tinggi terkena stroke sebelum usia 60 tahun.
- Analisis 48 studi genetik dengan ~17.000 pasien stroke dan ~600.000 kontrol
- Golongan darah O1 justru punya risiko 12% lebih rendah
- Mekanisme diduga terkait faktor pembekuan darah seperti trombosit dan protein
Golongan darah ternyata bisa jadi petunjuk soal risiko kesehatan yang selama ini jarang disadari. Sebuah studi mengungkap pemilik golongan darah tertentu punya risiko lebih tinggi terkena stroke di usia muda.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology ini menganalisis data dari 48 studi genetik. Melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan 600.000 orang tanpa stroke. Hasilnya cukup mengejutkan.
Fakta 1: Golongan Darah A Punya Risiko 16% Lebih Tinggi
Studi dari University of Maryland School of Medicine (UMSOM) pada 23 Juni 2026 menemukan golongan darah A1 punya risiko 16% lebih tinggi mengalami stroke iskemik sebelum usia 60 tahun dibanding golongan darah lain.
Fakta 2: Golongan Darah O Lebih Protektif
Kebalikannya, pemilik golongan darah O1 punya risiko stroke 12% lebih rendah. Ini menunjukkan faktor genetik golongan darah memang berperan dalam kerentanan stroke pada usia muda.
Fakta 3: Mekanisme Terkait Pembekuan Darah
Steven Kittner, ahli neurologi vaskular dari University of Maryland, menjelaskan kemungkinan berkaitan dengan faktor pembekuan darah. Seperti trombosit, sel pelapis pembuluh darah, dan protein dalam sirkulasi yang berperan dalam pembentukan bekuan darah.
Fakta 4: Risiko Hanya untuk Usia di Bawah 60 Tahun
Hubungan golongan darah A dan risiko stroke hanya signifikan sebelum usia 60 tahun. Di atas usia tersebut, hubungan tidak ditemukan. Stroke usia muda lebih sering dipicu gangguan pembekuan darah, sedangkan lansia lebih sering akibat aterosklerosis atau penumpukan plak lemak.
Fakta 5: Tidak Perlu Khawatir Berlebihan
Mark Gladwin dari University of Maryland menegaskan risikonya kecil. Golongan darah hanya satu dari banyak faktor. Tekanan darah tinggi, gaya hidup, merokok, dan usia tetap jauh lebih berpengaruh terhadap risiko stroke secara keseluruhan.
Kesimpulan
Golongan darah A mungkin memberi sedikit peningkatan risiko stroke di usia muda. Tapi bukan berarti harus panik. Jaga pola hidup sehat, cek tekanan darah rutin, dan waspada terhadap gejala stroke seperti mati rasa mendadak atau sakit kepala hebat.
Pertanyaan yang sering muncul
Benarkah golongan darah A lebih berisiko terkena stroke?
Menurut studi University of Maryland, pemilik golongan darah A1 memiliki risiko 16% lebih tinggi mengalami stroke iskemik sebelum usia 60 tahun. Namun risikonya kecil dan bukan faktor tunggal.
Apakah golongan darah O lebih aman dari stroke?
Studi menunjukkan golongan darah O1 memiliki risiko stroke 12% lebih rendah. Namun tetap tidak menjamin bebas stroke — faktor gaya hidup tetap lebih berpengaruh.
Apakah hubungan golongan darah dan stroke berlaku untuk semua usia?
Tidak. Hubungan ini hanya signifikan untuk stroke sebelum usia 60 tahun. Pada stroke di atas 60 tahun, hubungan dengan golongan darah tidak ditemukan.
Apa yang harus dilakukan pemilik golongan darah A?
Tidak perlu khawatir berlebihan. Jaga pola hidup sehat, kendalikan tekanan darah, hindari merokok, dan rutin berolahraga. Konsultasi ke dokter jika ada gejala stroke.
