Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung di Amerika Utara membawa aturan baru yang unik: jeda minum wajib di tengah pertandingan. Ini 5 fakta tentang hydration break yang perlu kamu tahu.

Fakta 1: FIFA Wajibkan Jeda Minum 3 Menit di Setiap Babak

FIFA menerapkan hydration break (jeda minum) selama 3 menit di setiap babak Piala Dunia 2026, tepatnya pada menit ke-22 babak pertama dan kedua. Ini adalah kebijakan baru yang berbeda dari turnamen sebelumnya.

Fakta 2: Dulu Hanya Berdasarkan Suhu, Sekarang Wajib Semua Pertandingan

Sebelumnya, break hanya dilakukan kalau Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Index menembus ambang 32°C. Kini aturannya berbeda — jeda minum wajib di setiap laga tanpa peduli cuaca, termasuk di stadion tertutup atau wilayah sejuk seperti Seattle.

Fakta 3: Suhu Ekstrem di 14 dari 16 Kota Tuan Rumah

Turnamen berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Bulan-bulan terpanas di Amerika Utara membuat venue seperti Dallas, Houston, Miami, dan kota-kota Meksiko sangat rawan panas ekstrem.

Fakta 4: Kurang Minum Bisa Sebabkan Heat Stroke

Kurangnya hidrasi mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Gejala dehidrasi meliputi sakit kepala, mulut kering, kram otot, dan denyut nadi cepat. Dampak paling serius adalah heat stroke — kondisi darurat medis dengan gejala suhu tubuh tinggi, mual, muntah, dan detak jantung meningkat pesat.

Fakta 5: Cooling Juga Disarankan, Bukan Cuma Minum

Menurut dr Andi Kurniawan, SpKO (Spesialis Kedokteran Olahraga), salah satu cara menurunkan risiko panas adalah dengan hidrasi dan menyiram air ke tubuh. Metode ini disebut cooling dan jadi praktik standar di Piala Dunia 2026 untuk menjaga suhu tubuh pemain tetap aman.

Kesimpulan

Hydration break di Piala Dunia 2026 bukan sekadar aturan baru — ini langkah penting untuk melindungi pemain dari risiko kesehatan akibat suhu ekstrem. Dengan jeda minum wajib, FIFA menunjukkan keseriusan dalam menghadapi dampak perubahan iklim di dunia sepak bola.