AirHelp merilis daftar bandara terbaik di dunia pada 3 Juli 2026. Hasilnya mengejutkan: Osaka Itami Airport — bandara domestik di Jepang — dinobatkan sebagai bandara terbaik Asia, menggeser Changi Singapura yang selama ini identik dengan predikat bandara premium global.

Penilaian AirHelp melibatkan 279 bandara internasional, dengan tiga komponen utama: ketepatan waktu penerbangan, pengalaman penumpang (survei dari 68 negara), dan kualitas fasilitas terminal.

Osaka Itami: Bandara Domestik Peringkat 12 Dunia

Osaka Itami menempati peringkat 12 studi AirHelp — satu tingkat di atas Changi di posisi 13. Padahal, bandara ini hanya melayani penerbangan domestik di kawasan Kansai yang mencakup Osaka, Kyoto, dan Kobe.

Keunggulan utamanya ada pada operasional yang efisien dan proses yang lancar. AirHelp menilai faktor seperti pelayanan staf, waktu tunggu, kebersihan, pilihan makanan dan toko, area duduk, serta kenyamanan terminal secara keseluruhan.

Changi Tetap Juara di Ajang Skytrax

Meski kalah di versi AirHelp, Changi tetap menjadi bandara terbaik dunia dalam ajang World Airport Awards (Skytrax). Ini adalah gelar ke-14 Changi sejak 2000, sekaligus kemenangan kedua berturut-turut pada 2025 dan 2026.

Menurut laporan CNN Indonesia, beberapa penumpang mengeluhkan waktu tunggu bagasi di Changi yang masih lama, meski proses imigrasi cepat.

Peringkat Dunia AirHelp 2026

Bandara terbaik dunia versi AirHelp adalah Tocumen (Panama) di peringkat 1, Fortaleza Pinto Martins (Brasil) peringkat 2, dan Cape Town (Afrika Selatan) di peringkat 3. Dari Asia, hanya Osaka Itami yang masuk 10 besar.

Kenapa Ini Penting?

Pergeseran peringkat ini menunjukkan bahwa kenyamanan penumpang tidak selalu identik dengan bandara besar dan megah. Bandara domestik yang efisien seperti Osaka Itami bisa bersaing dengan hub internasional dalam hal pengalaman pengguna.

Menurut AirHelp, faktor ketepatan waktu menjadi pembeda utama. Bandara yang beroperasi tepat waktu dan memiliki proses yang lancar cenderung mendapat skor lebih tinggi dari penumpang, terlepas dari ukuran atau kemewahan terminal. Ini pelajaran bagi pengelola bandara di Indonesia yang tengah mengembangkan layanan penerbangan.