Piala Dunia 2026 menggunakan AI dan Semi-Automated Offside Technology (SAOT) untuk menentukan offside secara instan dan presisi, menggantikan penarikan garis manual oleh VAR.
- 1.248 pemain dari 48 skuad dipindai jadi avatar 3D untuk sistem pelacakan
- 12 kamera per stadion memantau 29 titik data per pemain, 50 kali per detik
- Bola Adidas punya sensor IMU yang kirim data 500 kali per detik
Bayangkan nonton Piala Dunia tanpa debat sengit soal offside. Itulah yang terjadi di Piala Dunia 2026 berkat AI dan Semi-Automated Offside Technology (SAOT).
Melansir Inside Fifa, Senin 15 Juni 2026, sebanyak 1.248 pemain dari seluruh 48 skuad telah dipindai secara digital menjadi avatar 3D yang presisi. Proses ini dilakukan sebelum turnamen, memungkinkan sistem mengenali posisi setiap pemain secara real-time.
Cara Kerja Sistem AI Offside
Setiap stadion dilengkapi 12 kamera pelacak yang memantau 29 titik data per pemain, 50 kali per detik. Gabungan data dari seluruh kamera menciptakan model 3D akurat tentang posisi setiap pemain. Sistem ini bisa membedakan bagian tubuh yang onside dan offside dengan presisi tinggi.
Bola pertandingan Adidas juga mengandung sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mengirim data posisi 500 kali per detik. Sensor ini mendeteksi persis kapan bola disentuh pemain — momen yang jadi patokan penentuan offside.
Ambang Batas Lebih Ketat
FIFA memperketat batas toleransi offside dari 50 cm menjadi hanya 10 cm. Kalau sebelumnya ada ruang untuk interpretasi, sekarang sistem langsung mengirim peringatan audio ke earpiece asisten wasit begitu seorang pemain offside lebih dari 10 cm.
VAR kini hanya memverifikasi data yang dihasilkan AI, bukan lagi menarik garis manual yang sering jadi sumber perdebatan.
Dampak ke Pengalaman Menonton
Buat penonton di rumah, pengalaman menonton juga berubah. Alih-alih melihat garis manual yang ditarik VAR, penonton disuguhkan animasi 3D dari avatar digital pemain yang menunjukkan posisi tubuh saat bola diumpan.
Ini bikin keputusan wasit lebih mudah dipahami. Tapi di sisi lain, momen ikonik seperti "Gol Tangan Tuhan" Maradona di 1986 atau gol offside Carlos Tevez di 2010 — yang jadi bahan diskusi bertahun-tahun — kemungkinan besar tidak akan terulang lagi.
Kesimpulan
AI di Piala Dunia 2026 bikin sepak bola lebih adil dan presisi. Tapi keputusan kontroversial yang dulu jadi ciri khas turnamen mulai menghilang. Sepak bola jadi lebih akurat, tapi mungkin sedikit kurang seru.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu Semi-Automated Offside Technology (SAOT)?
SAOT adalah sistem berbasis AI yang secara otomatis mendeteksi posisi offside pemain menggunakan 12 kamera per stadion, sensor bola, dan avatar 3D pemain. Sistem ini menggantikan penarikan garis manual oleh VAR.
Apakah VAR masih dipakai di Piala Dunia 2026?
VAR masih ada, tapi perannya berubah. VAR kini hanya memverifikasi data yang dihasilkan AI, bukan lagi menarik garis manual untuk menentukan offside.
Kenapa AI bikin sepak bola kurang seru?
Momen kontroversial seperti gol offside yang tidak terdeteksi tidak akan terjadi lagi. Debat soal keputusan wasit yang dulu jadi bagian dari euforia sepak bola jadi berkurang drastis.
