Bukan Kurang Cinta: Penelitian 495 Orang Ungkap Alasan Umum Selingkuh

Selama ini banyak orang mengira perselingkuhan terjadi karena hilangnya rasa cinta. Tapi penelitian terhadap 495 orang yang pernah berselingkuh, diterbitkan di The Journal of Sex Research, justru menemukan cerita yang lebih kompleks.

Menurut psikolog Lucia F. O'Sullivan, Ph.D. , ada 8 motivasi utama di balik perselingkuhan — dan cinta yang pudar hanyalah salah satunya. Artikel di Kompas.com pada 26 Juni 2026 mengupas temuan ini.

4 Motivasi yang Paling Umum

Dari 8 motivasi yang teridentifikasi, 4 di antaranya adalah yang paling dominan:

1. Kebutuhan emosional tidak terpenuhi. O'Sullivan menjelaskan, seseorang terdorong berselingkuh ketika merasa kebutuhan emosionalnya — seperti perhatian, penghargaan, dan kedekatan — tidak lagi terpenuhi dalam hubungan utama. Bukan karena pasangan tidak baik, tapi karena celah komunikasi yang dibiarkan terlalu lama.

2. Komitmen yang menurun. Fondasi hubungan jangka panjang mulai goyah. Responden penelitian mengakui bahwa rendahnya komitmen menjadi alasan signifikan. Komitmen bukan sekadar bertahan, tapi kesediaan menjaga kepercayaan dan menetapkan batasan yang sehat.

3. Mencari pengalaman baru. Rutinitas hubungan bertahun-tahun bisa memicu kerinduan akan sensasi baru. Faktor ini lebih sering terjadi pada hubungan yang sudah lama dan kehilangan elemen kejutan.

4. Kemarahan terhadap pasangan. Kemarahan yang dipendam bisa mendorong seseorang melanggar batasan hubungan sebagai bentuk balas dendam emosional.

Kenapa Ini Penting?

Pemahaman dangkal tentang perselingkuhan sering membuat publik menyalahkan satu pihak. Padahal menurut O'Sullivan, perselingkuhan adalah "pelanggaran komitmen yang kompleks" — bukan sekadar hilangnya cinta. Memahami motivasi di baliknya bisa membantu pasangan mengidentifikasi masalah sebelum terlambat. Implikasinya luas: terapi pasangan, pendidikan pranikah, dan konseling individu semua perlu mempertimbangkan spektrum motivasi ini, bukan sekadar asumsi "sudah tidak cinta".

Bagi mereka yang tidak berselingkuh pun, temuan ini relevan: hubungan yang sehat bukan soal tidak ada godaan, tapi soal bagaimana pasangan menjaga komitmen dan komunikasi. Menyadari bahwa 4 dari 8 motivasi utama berasal dari faktor internal yang bisa diperbaiki — seperti komunikasi dan komitmen — memberi harapan bahwa banyak perselingkuhan sebenarnya bisa dicegah.