Setiap HP Android memiliki masa dukungan resmi dari produsen. Setelah masa itu habis, perangkat tetap bisa dipakai untuk tugas dasar, tetapi berhenti menerima pembaruan Android dan patch keamanan. Risikonya: data dan transaksi online jadi rentan terhadap malware.
- Cek model HP di Pengaturan → kunjungi endoflife.date → pilih merek dan model untuk melihat status dukungan dalam warna hijau (aman), kuning (hampir habis), atau merah (habis).
- Samsung dan Google memberikan dukungan hingga 7 tahun, sementara Xiaomi dan Motorola hanya 3 tahun.
- HP yang sudah merah sebaiknya tidak dipakai untuk perbankan online, belanja, atau menyimpan kata sandi.
Jakarta — Setiap HP Android punya umur alias batas waktu produsen masih memberikan dukungan resmi. Setelah batas itu lewat, ponsel tetap bisa menyala dan dipakai untuk panggilan atau SMS, tapi risikonya gak main-main. Dilansir dari detikInet pada 24 Juni 2026, begini cara cek sisa umur HP Android milikmu dan kenapa ini penting.
Kenapa HP Android Punya Masa Pakai?
Produsen ponsel memberikan dukungan dalam dua bentuk: pembaruan versi Android utama (rilis tahunan dengan fitur baru) dan patch keamanan (rilis berkala untuk menambal celah). Setelah masa dukungan habis, HP tidak akan lagi menerima keduanya. "Meskipun perangkat itu sendiri tidak akan tiba-tiba setop berfungsi, pada akhirnya perangkat tersebut akan berhenti menerima patch keamanan dan pembaruan perangkat lunak penting," tulis laporan tersebut.
Cara Cek Sisa Umur HP Android
Langkah-langkahnya simpel banget:
- Buka Pengaturan di HP Android kamu, cari tahu model ponsel (contoh: Samsung Galaxy A35).
- Kunjungi situs endoflife.date.
- Pilih menu Device, lalu pilih merek HP (misalnya Samsung) dan cari model HP kamu.
- Lihat informasi yang muncul: tanggal rilis, masa garansi pembaruan Android, dan jadwal patch keamanan.
Situs endoflife.date menggunakan sistem warna:
- Hijau — umur ponsel masih aman, dukungan penuh.
- Kuning — mendekati akhir masa dukungan.
- Merah — sudah mencapai atau melewati akhir masa dukungan.
Berapa Lama Dukungan dari Tiap Merek?
Tidak semua produsen memberikan dukungan yang sama. Berdasarkan data dari sumber:
| Merek | Lama Dukungan |
|---|---|
| Samsung Galaxy S26 | Hingga 7 tahun |
| Google Pixel (baru) | Hingga 7 tahun |
| Samsung seri Galaxy A (lama) | Sekitar 4 tahun |
| Xiaomi (beberapa model) | Hanya 3 tahun |
| Motorola (beberapa model) | Hanya 3 tahun |
Samsung dan Google sudah memperpanjang jangka waktu dukungan, tapi perangkat lama tidak mendapatkan level dukungan yang sama dengan model terbaru.
Risiko Pakai HP yang Sudah Tak Didukung
Terus menggunakan perangkat yang sudah tidak didukung bisa sangat berisiko, terutama untuk aktivitas sensitif seperti:
- Perbankan online
- Belanja online
- Mengakses akun email
- Menyimpan kata sandi
"Celah keamanan yang tidak ditambal dapat dieksploitasi oleh malware," demikian peringatan dari laporan tersebut. HP yang sudah merah di endoflife.date sebaiknya tidak digunakan untuk transaksi penting.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kalau HP kamu sudah masuk zona merah, ada beberapa opsi: upgrade ke ponsel baru yang masih mendapat dukungan penuh, atau batasi penggunaan hanya untuk tugas dasar seperti panggilan dan SMS. Informasi ini bersumber dari detikInet yang dirilis pada 24 Juni 2026.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara cek sisa umur HP Android?
Buka Pengaturan untuk mengetahui model HP, kunjungi endoflife.date, pilih Device lalu merek dan model HP kamu. Situs akan menampilkan status dukungan dalam warna hijau (aman), kuning (hampir habis), atau merah (sudah habis).
Berapa lama dukungan HP Android dari Samsung?
Samsung memberikan dukungan hingga 7 tahun untuk seri flagship seperti Galaxy S26, tetapi seri lama seperti Galaxy A hanya sekitar 4 tahun.
Apa risiko pakai HP yang sudah habis masa dukungan?
HP tidak mendapat patch keamanan baru, sehingga celah keamanan bisa dieksploitasi malware. Risiko tinggi untuk perbankan online, belanja, email, dan penyimpanan kata sandi.
Apakah HP yang habis dukungan masih bisa dipakai?
Masih bisa untuk tugas dasar seperti panggilan dan SMS, tetapi tidak disarankan untuk transaksi online atau menyimpan data sensitif.
