Harga HP yang naik setiap tahun sudah biasa. Tapi kenaikan Oppo Reno dalam setahun terakhir cukup mencolok. Seri Reno yang selama ini dikenal sebagai HP kelas menengah, kini harganya meroket mendekati flagship. Konsumen yang setia pada merek ini mulai merasakan dampaknya.

Menurut Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia, kenaikan ini terjadi karena dua hal: kelangkaan pasokan memori RAM secara global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Diumumkan pada 3 Juli 2026 saat peluncuran seri Reno 16 di Jakarta.

Lonjakan Harga yang Signifikan

Oppo Reno 16 F, varian paling terjangkau, dibanderol Rp 7.999.000 untuk 8/128 GB — naik Rp 2 juta dari Reno 15 F yang Rp 5.999.000. Model regulernya naik lebih tinggi: Reno 16 mulai Rp 11.999.000, sementara Reno 15 dibanderol Rp 8.299.000 saat diluncurkan awal 2026. Selisihnya lebih dari Rp 3,6 juta.

Varian tertinggi Reno 16 Pro menyentuh Rp 14.999.000, mendekati kategori flagship. Kenaikan ini membuat Oppo kehilangan posisinya di segmen mid-range yang selama ini jadi andalan.

Penyebab: Krisis Chip Global

Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia, mengakui bahwa krisis komponen global menjadi faktor utama. "Kami melakukan investasi untuk membangun desain 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," katanya merujuk pada desain 3D pop-up baru Reno 16.

Menurut analis di Financial Times, harga ritel elektronik global diperkirakan melonjak hingga 20% akibat krisis RAM. Penyebabnya: permintaan chip dari industri AI dan pusat data meroket, menyedot kapasitas produksi pabrik semikonduktor dunia.

Dampak buat Konsumen

Kenaikan harga ini bukan sekadar soal satu merek. Krisis chip DRAM membuat produsen HP global menghadapi biaya produksi yang terus naik. Dampaknya: HP mid-range makin sulit dijangkau, konsumen kelas menengah kehilangan akses ke perangkat terjangkau dengan spesifikasi layak. Pakar teknologi memperkirakan masalah struktural ini bisa bertahan hingga 2027-2028 sebelum tambahan kapasitas produksi pabrik chip global mulai beroperasi Chip global kini menjadi komoditas langka yang memengaruhi harga hampir semua perangkat elektronik..