- AS serang Iran pertama kali sejak gencatan senjata Juni 2026, balas serangan drone di Selat Hormuz
- 6 pesawat tempur hantam 4 target, Iran ancam respons lebih luas
AS melancarkan serangan militer ke Iran pada 27 Juni 2026 sebagai balasan atas serangan drone Iran yang menghantam sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Serangan berlangsung sekitar satu jam dan melibatkan enam pesawat tempur AS yang menghantam empat target berupa lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pesisir Iran.
Ini adalah serangan militer langsung AS pertama terhadap Iran sejak gencatan senjata Juni 2026 — dan ujian terbesar apakah proses perdamaian yang rapuh ini bisa bertahan.
Kronologi Serangan
Menurut pejabat AS yang dikutip ABC News, serangan pada 27 Juni 2026 dirancang dengan dua tujuan sekaligus: cukup besar untuk mengirim pesan keras tentang kebebasan navigasi di Selat Hormuz, tapi cukup terbatas untuk tidak memulai perang skala penuh. Enam pesawat tempur menyerang empat lokasi militer Iran di sepanjang garis pantai.
Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis video hitam-putih yang menunjukkan ledakan dan asap di lokasi target. Serangan dinyatakan selesai dalam waktu sekitar satu jam.
Respons Iran: Peringatan Keras
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengutuk serangan tersebut dan menyatakan Washington "seperti biasa, telah melanggar komitmennya". IRGC memperingatkan: "Jika agresi diulangi, respons kami akan lebih luas."
Ebrahim Azizi, kepala Komite Keamanan Nasional parlemen Iran, menyebut serangan AS sebagai "pelanggaran gencatan senjata yang ceroboh" di akun X-nya dan menuduh Trump "tidak memiliki komitmen terhadap prinsip negosiasi atau gencatan senjata".
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan di media sosial: "Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami menghormatinya. Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan."
Selat Hormuz: Titik Rawan yang Memanas
Selat Hormuz adalah jalur air yang dilalui sepertiga perdagangan minyak dunia. Iran menganggapnya sebagai "pengaruh terbesar" mereka dalam negosiasi. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyerukan semua pihak mematuhi komitmen mereka dan mengingatkan bahwa "ribuan pelaut masih terdampar di kapal-kapal di Selat Hormuz."
IRGC membantah klaim AS bahwa saluran komunikasi telah dibuka, menyatakan: "Tidak ada jalur komunikasi seperti itu."
Konteks Lebih Luas
Serangan ini terjadi saat negosiasi damai sedang berlangsung di Bürgenstock, Swiss. Pentagon sebelumnya meminta tambahan dana $67,1 miliar — sebagian untuk biaya perang Iran. Sementara itu, AS mengumumkan paket bantuan $100 juta untuk Lebanon dan kesepakatan 14 poin antara Israel-Lebanon yang ditolak Hizbullah.
Analisis: Apa Artinya?
Serangan ini adalah uji pertama apakah proses damai bisa bertahan dari serangan langsung. Pejabat AS mengakui ada perdebatan internal soal perlunya respons militer. Putaran negosiasi teknis berikutnya dijadwalkan pekan depan di Swiss. Jika siklus serangan-balasan terus berlanjut, gencatan senjata yang rapuh ini bisa runtuh.
Poin Penting
- Serangan pertama AS ke Iran sejak gencatan senjata Juni 2026
- 6 pesawat tempur, 4 target, durasi 1 jam
- Iran ancam respons lebih luas jika agresi diulangi
- Negosiasi damai di Swiss masih berlanjut
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa AS menyerang Iran pada 27 Juni 2026?
AS melancarkan serangan balasan setelah drone Iran menyerang sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Serangan ini adalah yang pertama sejak gencatan senjata Juni 2026.
Seberapa besar serangan AS ke Iran?
Enam pesawat tempur AS menyerang empat target — lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pesisir Iran — dalam waktu sekitar satu jam. Pejabat AS mengatakan serangan dirancang 'cukup besar untuk mengirim pesan, tapi cukup terbatas untuk menghindari perang penuh'.
Apa dampak serangan ini terhadap gencatan senjata AS-Iran?
Ini adalah ujian terbesar bagi gencatan senjata yang rapuh. Iran memperingatkan respons lebih luas jika agresi diulangi. Putaran negosiasi teknis berikutnya dijadwalkan pekan depan di Swiss.
