Sony resmi mengumumkan akan menghentikan produksi cakram fisik PlayStation mulai Januari 2028. Keputusan ini menandai akhir dari era game fisik yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade sejak PlayStation pertama dirilis pada 1994.

Era Digital yang Mendominasi

Menurut laporan Scharon Harding dari Ars Technica, 78% pembelian full-game unit di PlayStation Store sudah dalam bentuk digital pada fiskal 2026, naik dari 76% di fiskal 2024. Sony Digital Audio Disc Corporation—satu-satunya pabrik yang memproduksi cakram PlayStation—akan menghentikan produksi, sehingga tidak ada lagi cakram fisik untuk konsol apapun.

Penutupan Toko Vintage

Bersamaan dengan itu, Sony akan menutup PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita secara bertahap. Akses pengguna di AS akan berakhir pada Juli 2027. Sony berjanji "pemain masih bisa mengunduh konten yang sudah dibeli untuk waktu yang bisa diperkirakan," tapi tanpa jaminan seumur hidup.

Masalah Kepemilikan Game Digital

Keputusan Sony ini menyoroti masalah mendasar yang jarang disadari konsumen: game digital tidak benar-benar Anda miliki. Dalam syarat layanan PlayStation, pembelian game digital hanyalah "lisensi pribadi"—bukan produk. Sony sudah beberapa kali mencabut akses konten digital yang sudah dibeli pengguna, seperti perpustakaan digital Funimation pada 2024 dan film StudioCanal untuk pengguna Inggris pada September 2026.

Apa Kata Pemain?

Reaksi komunitas PlayStation cepat dan keras. Salah satu pengguna dengan nama Mosquito53 berkomentar: "Kami tidak akan memiliki apa-apa, ini benar-benar menyedihkan." Pengguna lain, Radgatt, menambahkan: "Inilah mengapa media fisik itu penting. Semakin banyak bukti bahwa Anda hanya membeli lisensi yang bisa dicabut kapan saja."

Dampak pada Industri Game

Transisi ke game digital sebenarnya sudah berlangsung lama. Grand Theft Auto VI yang dirilis Juni 2026 misalnya, hanya tersedia dalam format digital seharga 80 dolar AS. Dampaknya, tanpa opsi fisik konsumen kehilangan kemampuan menjual, meminjamkan, atau menyimpan game sebagai koleksi. Hal ini menunjukkan bahwa arsiparis game khawatir game-game lawas yang hanya rilis digital akan hilang selamanya—seperti nasib hanya 25 dari 1.873 game Game Boy yang masih tersedia setelah toko 3DS dan Wii U ditutup.