Sayur hijau selama ini dikenal baik untuk tulang dan otak. Tapi penelitian baru mengungkap satu kekuatan lain yang jarang diketahui: melindungi paru-paru dari penyakit kronis — hanya dengan satu porsi tambahan sehari.

Studi pada 179.000 Orang

Peneliti dari Edith Cowan University (ECU) Nutrition and Health Innovation Research Institute menerbitkan studinya di The American Journal of Clinical Nutrition. Mereka melacak lebih dari 179.000 orang dewasa selama satu dekade.

Hasilnya: mereka dengan asupan vitamin K1 tertinggi dari sayuran hijau memiliki risiko ~16% lebih rendah terkena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dibanding kelompok dengan asupan terendah.

"Hanya satu porsi tambahan sayuran hijau seperti kale, sekitar satu setengah sampai dua cangkir sehari, adalah cara yang bisa dicapai untuk meningkatkan asupan vitamin K1 Anda," kata peneliti ECU Chengfeng Li 28 Juni 2026.

Mekanisme Vitamin K1

Vitamin K mengaktifkan protein yang melindungi serat elastis di jaringan paru-paru. Serat ini yang memungkinkan paru mengembang dan mengerut saat bernapas. Ketika serat tersebut rusak, bernapas jadi lebih berat seiring waktu.

"Nutrisi ini bisa membantu menjaga jaringan paru tetap fleksibel dan mencegah kerusakan," jelas Assoc. Prof. Marc Sim, rekan peneliti.

Hanya vitamin K1 dari sayuran hijau yang menunjukkan efek protektif. Vitamin K2 dari daging, telur, dan susu tidak memiliki efek yang sama.

Efek di Luar Paru-paru

Polanya konsisten. Studi di jurnal Neurology menemukan 1-2 porsi sayuran hijau per hari terkait dengan usia kognitif 11 tahun lebih muda. Vitamin K juga mengurangi risiko patah tulang. Satu kelompok makanan, tiga organ berbeda: otak, tulang, paru-paru.

Kesimpulan: Kenapa Ini Penting

Sekitar 500.000 orang Australia saat ini hidup dengan PPOK, penyakit progresif yang belum bisa disembuhkan. Temuan ini membuka jalur pencegahan baru yang bisa diakses siapa pun: sayur di piring.

Peneliti mengingatkan bahwa diet bukan pengganti gaya hidup sehat. "Hal terbesar yang bisa Anda lakukan untuk paru-paru adalah berhenti merokok dan mengurangi paparan polusi. Tapi diet sehat tetap berperan pendukung," kata Li.

Intinya: satu porsi tambahan sayur hijau sehari bukan solusi ajaib — tapi bukti ilmiah menunjukkan ini langkah kecil dengan dampak nyata.