Microsoft memangkas 4.800 karyawan (2,1% tenaga kerja) pada 7 Juli 2026, dan divisi Xbox menjadi yang paling terdampak dengan total 3.200 PHK — sekitar 20% dari seluruh karyawan Xbox.

Kenapa Xbox Paling Terdampak?

CEO Xbox Asha Sharma mengakui kondisi bisnis game Microsoft tidak sehat. Dalam email internal kepada karyawan, ia mengungkapkan margin operasional Xbox 3 hingga 10 kali lebih rendah dibandingkan platform game dan penerbit lain yang setara.

"Bisnis kita saat ini tidak sehat. Kita beroperasi dengan margin yang 3-10 kali lebih rendah dibandingkan bisnis platform dan penerbitan game yang setara," tulis Sharma seperti dikutip CNBC.

Ini adalah restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox. Microsoft sudah mencoba berbagai strategi: layanan berlangganan Xbox Pass, ekspansi portofolio konten, dan investasi multi-platform — namun hasilnya belum cukup.

4 Studio Game Dilepas

Dampak restrukturisasi ini langsung terasa ke studio game milik Microsoft. Empat studio resmi dipisahkan:

  • Compulsion Games — kembali menjadi studio independen
  • Double Fine Productions — kembali menjadi studio independen
  • Ninja Theory — bergabung dengan kepemilikan baru
  • Undead Labs — bergabung dengan kepemilikan baru

Double Fine mengumumkan lewat X bahwa mereka bersyukur bisa kembali memegang kendali penuh atas game mereka. Sementara Arkane Studios di Prancis masih dalam negosiasi dengan dewan pekerja.

"PHK Ini Bukan karena AI"

Chief People Officer Microsoft Amy Coleman menegaskan PHK ini tidak digantikan oleh kecerdasan buatan.

"Pekerjaan yang dihilangkan hari ini tidak digantikan oleh AI," kata Coleman yang sudah 27 tahun di Microsoft.

Namun ia mengakui AI mengubah cara kerja. "Beberapa tugas yang kita lakukan setiap hari kini bisa diotomatisasi, dan itu artinya kita semua perlu terus belajar dan beradaptasi."

Konteks: 154.000 PHK di Teknologi pada 2026

PHK Microsoft ini bagian dari gelombang besar PHK di industri teknologi. Hampir 154.000 orang kehilangan pekerjaan di paruh pertama 2026.

Microsoft sebelumnya sudah menawarkan program pengunduran diri sukarela pada April 2026. Lebih dari 33% karyawan yang memenuhi syarat menerima tawaran tersebut.

Saham Microsoft sendiri turun 19% year-to-date pada 2026 — menjadi yang terburuk di antara raksasa teknologi.

Analis: Xbox Kemungkinan Akan Dipisah

Gil Luria dari DA Davidson menilai Xbox "hampir tidak relevan" bagi Microsoft. "Ini bukan bisnis yang perlu dimiliki Microsoft," ujarnya ke CNBC.

Meskipun CEO Xbox Asha Sharma optimis "kami akan kembali tumbuh pada 2027", restrukturisasi ini mengirim sinyal kuat bahwa Microsoft sedang mengevaluasi ulang masa depan divisi gamenya.