Pasar smartphone global turun selama 9 minggu berturut-turut hingga 22 Juni 2026. Penjualan turun 8% YoY karena lemahnya permintaan konsumen dan ekonomi global yang belum pulih.
- Hanya Huawei (+23%) dan Apple (+10%) yang tumbuh positif di tengah lesunya pasar
- Samsung turun tipis (-1%), masih lebih baik dari merek Android lain yang turun dua digit
- Konsumen menunda beli HP baru karena kenaikan biaya komponen
Pasar smartphone global sedang menghadapi masa sulit. Menurut data Counterpoint Research yang dirilis pada 22 Juni 2026, penjualan smartphone global sudah menurun selama 9 minggu berturut-turut. Ini sinyal yang cukup kuat bahwa industri ponsel sedang tidak baik-baik saja.
Fakta 1: Penjualan Turun 8% dalam 9 Minggu Berturut-turut
Pada pekan ke-20 tahun 2026 (10-16 Mei 2026), penjualan smartphone global turun 8% year-on-year. Ini menjadi minggu kesembilan berturut-turut pasar mencatat penurunan. Lemahnya permintaan konsumen menjadi faktor utama yang menekan pasar global.
Fakta 2: Huawei Justru Tumbuh 23%
Di tengah pasar yang lesu, Huawei mencatat pertumbuhan impresif sebesar 23% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh pasar domestik China yang kuat, dukungan pemerintah, dan rantai pasok lokal yang lebih stabil.
Fakta 3: Apple Tumbuh 10% Berkat Pasokan Komponen
Apple juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 10% YoY. Menurut analis Counterpoint Research, Sujeong Lim, Apple berada dalam posisi yang diuntungkan karena mampu mengamankan pasokan komponen, sehingga bisa mempertahankan harga dan strategi promosi yang konsisten.
Fakta 4: Samsung Hanya Turun 1%, Masih Lebih Baik dari Rival
Samsung mencatat penurunan sekitar 1% YoY. Meskipun minus, angka ini dianggap positif karena merek Android lain mengalami penurunan dua digit. Samsung dinilai berhasil menyeimbangkan pasokan komponen dan strategi pemasaran di tengah krisis.
Fakta 5: Konsumen Menunda Beli HP Baru
Kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya dan kenaikan biaya komponen membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru. Perusahaan dengan pasokan komponen yang lebih terjamin, seperti Apple dan Samsung, lebih mampu bertahan dalam situasi ini. Sementara itu, merek seperti Oppo, Xiaomi, dan Vivo dilaporkan mengalami penurunan penjualan yang lebih signifikan hingga dua digit.
Kesimpulan
Pasar smartphone global memang sedang lesu, tapi bukan berarti semua merek bernasib sama. Huawei dan Apple justru tumbuh berkat strategi yang berbeda: Huawei mengandalkan pasar domestik China, sementara Apple diuntungkan oleh kekuatan rantai pasok global. Bagi konsumen, ini mungkin saat yang tepat untuk menunggu promo sebelum membeli HP baru.
Disclaimer
Artikel ini hanya menyajikan informasi berdasarkan data dari Counterpoint Research yang dilaporkan Kompas Tekno pada 22 Juni 2026. Informasi ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi atau pembelian.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa pasar smartphone global sedang lesu?
Pasar smartphone global lesu karena kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya dan kenaikan biaya komponen. Akibatnya, konsumen menunda pembelian perangkat baru, menurut analis Counterpoint Research pada 22 Juni 2026.
Merek HP apa yang tumbuh di tengah lesunya pasar?
Hanya dua merek yang mencatat pertumbuhan positif: Huawei tumbuh 23% YoY didorong pasar domestik China, dan Apple tumbuh 10% YoY berkat keunggulan dalam pengamanan pasokan komponen.
Berapa penurunan penjualan Samsung?
Samsung mengalami penurunan sekitar 1% YoY. Meskipun turun, angka ini jauh lebih baik dibandingkan merek Android lain yang mengalami penurunan dua digit.
Apakah HP semakin mahal di 2026?
Ya, biaya komponen yang naik menjadi salah satu faktor yang menekan pasar. Perusahaan dengan pasokan komponen yang lebih terjamin, seperti Apple, mampu mempertahankan harga dan strategi promosi yang lebih konsisten.
Apa penyebab utama lesunya HP global?
Penyebab utamanya adalah lemahnya permintaan konsumen yang dipicu oleh kondisi ekonomi global yang belum pulih, kenaikan biaya komponen, dan konsumen yang cenderung menunda pembelian perangkat baru.
