Dana pensiun adalah aset terbesar setelah rumah. Tapi survei terbaru dari Finder menemukan fakta mengejutkan: hampir 4,9 juta orang Australia tidak yakin dana pensiun mereka dikelola dengan benar.

Data yang dirilis 26 Juni 2026 lewat Starts at 60 menunjukkan 17% responden tidak percaya dana pensiunnya bertindak demi kepentingan mereka. 6% lainnya sama sekali tidak punya kepercayaan.

Tapi masalahnya bukan cuma ketidakpercayaan. Masalah besarnya: mereka juga tidak melakukan apa-apa.

Kenapa Banyak Orang Diam Saja?

Menurut Finder, 19% orang Australia tidak pernah membandingkan kinerja dana pensiun mereka. 32% masih setia dengan dana pensiun default dari pemberi kerja pertama — tanpa pernah mengecek apakah itu pilihan terbaik.

Bahkan 7% responden mengaku tidak pernah memikirkan dana pensiun mereka sama sekali. Angka ini dua kali lebih tinggi pada perempuan (10%) dibanding laki-laki (4%).

Sarah Megginson, pakar keuangan pribadi Finder, menyebut ini situasi kontradiktif: "Jutaan orang khawatir dana pensiunnya tidak bekerja untuk mereka, tapi jarang atau tidak pernah mengeceknya."

Beda 1% Saja, Dampaknya Ratusan Juta

Megginson memberi ilustrasi gamblang: kenaikan return dari 6% ke 7% pada saldo Rp 1,5 miliar ($100.000) menghasilkan tambahan Rp 2,8 miliar ($186.876) setelah 30 tahun.

"Kenaikan 1% mungkin terdengar kecil, tapi dampaknya luar biasa dalam jangka panjang," katanya.

Sistem dana pensiun Australia mengelola Rp 66 triliun ($4,44 triliun) aset, dengan return rata-rata 7,4% dalam setahun hingga Maret 2026. Tapi return rata-rata tidak menjamin dana pensiunmu juga optimal.

Cara Cek Dana Pensiun dalam 5 Menit

1. Cek return 1, 5, dan 10 tahun — Bandingkan dengan dana pensiun lain. Kalau return konsisten di bawah rata-rata, itu tanda bahaya.

2. Hitung biaya pengelolaan — Biaya kecil yang dipotong setiap tahun bisa menggerus saldo secara diam-diam. Megginson mengingatkan: "Dana dengan biaya lebih tinggi dari perlu diam-diam memakan tabungan pensiunmu setiap tahun."

3. Pastikan profil risikomu masih cocok — Semakin tua, seharusnya semakin konservatif. Tapi banyak orang tidak pernah mengubah strategi investasi sejak pertama kali mendaftar.

4. Jangan setia tanpa alasan — "Tidak ada hadiah loyalitas dalam dana pensiun. Satu-satunya yang penting adalah bagaimana saldomu bertumbuh," tegas Megginson.

Analisis: Pelajaran untuk Indonesia

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Australia. Di Indonesia, banyak pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan atau dana pensiun perusahaan juga tidak pernah mengecek perkembangan saldo atau imbal hasil. Dengan rata-rata masa kerja 35-40 tahun, perbedaan kecil dalam return bisa berarti selisih ratusan juta hingga miliaran rupiah saat pensiun.

Kuncinya: jangan biarkan dana pensiun di autopilot. Luangkan 5 menit sekarang untuk mengecek — karena di masa pensiun, setiap persen berarti.