- iPhone Pro/Pro Max dengan fitur ProRAW bisa long exposure 30 detik untuk foto Bimasakti
- Cuma butuh tripod, langit cerah tanpa bulan, dan jauh dari polusi cahaya
- Hasil mentah dalam format RAW (.dng) bisa diedit dengan Photoshop atau Lightroom untuk hasil maksimal
Mengabadikan galaksi Bimasakti biasanya identik dengan kamera mahal dan lensa khusus. Tapi ternyata iPhone sudah bisa melakukannya — asal tahu caranya.
Menurut Anggara Wikan Prasetya dari Kompas Travel, ia membuktikannya di Pantai Wediombo, Gunungkidul, DIY pada 20 Juni 2026 pukul 22.30 WIB. Hasilnya: iPhone 13 Pro Max mampu long exposure hingga 30 detik dan menangkap garis-garis galaksi Milky Way.
Yang Diperlukan
Perlengkapannya minimal. Cuma iPhone Pro/Pro Max dengan fitur ProRAW, tripod, dan langit yang mendukung. Format RAW (.dng) menyimpan lebih banyak data dari sensor, sehingga hasil mentah sudah menampilkan bintang.
Kondisi lingkungan lebih penting dari perangkat. Langit harus cerah tanpa bulan. Lokasi harus jauh dari polusi cahaya — lampu kota, kendaraan, atau pemukiman. Semakin gelap langit, semakin jelas hasil foto Bimasakti.
Langkah Memotret
Pasang iPhone di tripod. Guncangan sekecil apa pun akan membatasi long exposure menjadi maksimal 10 detik. Tripod adalah alat paling krusial untuk hasil maksimal.
Aktifkan ProRAW dan Night Mode. Ubah format file ke ProRAW (.dng) di pengaturan kamera. Atur Night Mode ke posisi maksimal. Arahkan kamera ke langit berbintang.
Gunakan remote shutter atau timer. Menekan tombol langsung di layar bisa membuat iPhone bergerak. Pakai remote Bluetooth atau atur timer 3 detik. Biarkan iPhone diam selama 30 detik penuh.
Hasil mentah sudah menampilkan bintang dan pola galaksi. Untuk hasil optimal, edit dengan Photoshop atau Lightroom di PC. Format RAW memberi ruang lebih besar untuk penyesuaian cahaya dan warna.
Kenapa Ini Penting
Fotografi astro selama ini dianggap hanya bisa dilakukan dengan gear mahal. Padahal smartphone flagship seperti iPhone Pro sudah cukup untuk eksplorasi langit malam. Dengan investasi minimal — cukup tripod seharga Rp100-200 ribu — siapa pun bisa mencoba.
Ini juga menunjukkan bagaimana batasan antara kamera profesional dan smartphone semakin tipis tiap tahun. Bagi penggemar traveling ke tempat gelap dan jauh dari kota, teknik ini layak dikuasai. Ditambah dengan aplikasi editing seperti Lightroom Mobile yang gratis, hasil foto Bimasakti bisa langsung diunggah ke media sosial tanpa perlu laptop.
Pertanyaan yang sering muncul
iPhone seri apa yang bisa memotret Bimasakti?
iPhone seri Pro dan Pro Max dengan fitur ProRAW. Penulis menggunakan iPhone 13 Pro Max dan berhasil mendapatkan long exposure 30 detik. Tanpa ProRAW, long exposure maksimal hanya 10 detik.
Apa saja yang diperlukan untuk memotret Bimasakti pakai iPhone?
Tripod wajib agar kamera tidak bergerak selama 30 detik. Kondisi ideal: langit cerah, tidak ada bulan bersinar, dan jauh dari polusi cahaya lampu kota. Remote shutter atau timer juga membantu menghindari getaran.
Apakah hasil foto Bimasakti dengan iPhone sebagus kamera profesional?
Hasil mentah dari iPhone sudah menampilkan bintang dan layak diunggah ke media sosial setelah diedit. Meski tidak sempurna seperti kamera mirrorless atau DSLR, untuk ukuran smartphone hasilnya cukup impresif.
