Tahukah kamu? Penyakit yang sering dianggap sepele ini diam-diam bisa merenggut kesempatanmu memiliki anak. Itulah gonore atau kencing nanah, infeksi menular seksual yang kerap diabaikan hingga dampaknya tak bisa diubah.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. Radema Maradong Ayu Pranata, Sp.DVE dari RS Columbia Asia Pulomas menegaskan bahwa gonore yang dibiarkan menahun bisa menyebabkan kemandulan permanen pada pria maupun wanita. Peringatan ini disampaikan pada 21 Juni 2026 melalui kanal kesehatan Okezone.

Berikut 5 fakta gonore yang wajib kamu ketahui:

1. Disebabkan oleh Bakteri Berbahaya

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyerang selaput lendir saluran reproduksi. Bakteri ini menyebar melalui kontak seksual tanpa pengaman dengan penderita yang sudah terinfeksi. Infeksi ini merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum di dunia.

2. Merusak Tuba Falopi pada Wanita

Pada wanita, infeksi gonore yang tidak segera diobati dapat menjalar ke rahim dan tuba falopi. Kondisi ini dikenal sebagai Penyakit Radang Panggul (PID). Peradangan kronis di tuba falopi bisa menyebabkan jaringan parut yang menghalangi perjalanan sel telur, sehingga memicu kemandulan permanen yang tidak bisa diperbaiki.

3. Menurunkan Kualitas Sperma pada Pria

Pada pria, gonore juga tidak kalah berbahaya. Infeksi bisa menyebabkan peradangan pada epididimis, yaitu saluran tempat sperma matang. Peradangan ini mengganggu produksi dan kualitas sperma secara signifikan. Akibatnya, pria yang terinfeksi berisiko mengalami penurunan kesuburan yang drastis.

4. Sering Tidak Bergejala

Salah satu alasan gonore kerap terlambat ditangani adalah sifatnya yang sering tanpa gejala. Sekitar 50 persen wanita dan sebagian pria dengan gonore tidak merasakan tanda-tanda awal sama sekali. Infeksi bisa terus berkembang diam-diam hingga kerusakan organ reproduksi terjadi tanpa disadari.

5. Dapat Dicegah dan Diobati

Meskipun berbahaya, gonore bisa disembuhkan dengan antibiotik jika ditangani sejak dini. Pencegahan terbaik adalah menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan melakukan pemeriksaan rutin jika memiliki faktor risiko. Jangan tunda konsultasi ke dokter jika mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil atau keluar cairan tidak biasa dari alat kelamin.