Apple secara resmi menaikkan harga hampir seluruh lini produknya pada 25 Juni 2026. Kenaikan ini mencakup MacBook, iPad, HomePod, Apple TV, hingga Vision Pro — dengan kisaran 6% hingga 54%.

Produk dengan Kenaikan Paling Signifikan

Mac Studio M3 Ultra mengalami lonjakan tertinggi secara nominal: dari $3.999 menjadi $5.299 — naik $1.300 atau 33%. Di Indonesia, harga ini setara sekitar Rp 85 juta. Sementara itu, Apple TV mencatat kenaikan persentase tertinggi: dari $129 ke $199, naik 54%.

MacBook Air 13 inci yang sebelumnya $1.099 kini dibanderol $1.299 (+18%). MacBook Pro 14 inci naik dari $1.699 ke $1.999 (+18%). iPad Pro 11 inci naik dari $999 ke $1.199 (+20%), dan HomePod mini naik 30% menjadi $129. iMac juga naik $200 menjadi $1.499. Vision Pro ikut terdampak, naik 6% dari $3.499 ke $3.699. Menurut laporan Katelyn Chedraoui dari CNET, kenaikan juga berlaku untuk produk refurbished.

Kenapa Apple Naikkan Harga?

Tim Cook, CEO Apple yang akan segera pensiun, sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa kenaikan harga tidak terhindarkan. Penyebab utamanya: booming AI yang menciptakan permintaan luar biasa terhadap chip memori dan penyimpanan untuk pusat data. "Kenaikan ini tidak terhindarkan," kata Cook, merujuk pada tekanan biaya produksi yang melonjak.

Apple sebenarnya sudah menggelar kerja sama dengan Intel pada Mei 2026 untuk memproduksi sebagian chip. Namun langkah itu belum cukup mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Analisis: Dampak ke Konsumen

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Apple. Microsoft dan Samsung juga menaikkan harga produk mereka karena tekanan rantai pasok yang sama. Ini artinya kenaikan harga gadget di 2026 adalah tren industri, bukan kebijakan Apple semata.

Bagi konsumen Indonesia, harga resmi produk Apple biasanya mengikuti pergerakan harga global. MacBook Neo yang semula diposisikan sebagai laptop murah pesaing Chromebook ($599) kini naik menjadi $699 — kenaikan 17% hanya beberapa bulan setelah dirilis. Dampaknya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam atau menunda upgrade perangkat.