Nilai properti perumahan Australia turun 0,4% secara nasional pada Juni 2026 — penurunan terbesar sejak Desember 2022. Sydney alami penurunan terdalam: median harga rumah turun 1,2% menjadi AU$1,26 juta.
- Tiga kenaikan suku bunga dan perubahan pajak capital gains picu penurunan.
- Tim Lawless dari Cotality Research: masih terlalu dini memastikan apakah ini siklus atau pergeseran permanen.
Harga rumah di Australia jatuh untuk pertama kalinya dalam 3,5 tahun terakhir. Pada Juni 2026, nilai properti perumahan secara nasional turun 0,4% — penurunan terbesar sejak Desember 2022.
Menurut laporan Starts at 60 mengutip data Cotality Research, penurunan paling tajam terjadi di Sydney: median harga rumah ambles 1,2% menjadi AU$1.265.608. Melbourne menyusul dengan penurunan 1,0%. Kota Adelaide flat untuk pertama kalinya sejak awal 2025.
Kenapa Ini Terjadi
Tim Lawless, Direktur Riset Cotality Research, mengidentifikasi tiga faktor utama. "Tiga kenaikan suku bunga, tekanan keterjangkauan, dan perubahan pajak capital gains dan negative gearing di APBN federal telah meredam kepercayaan investor," katanya.
"Berbicara dengan orang-orang di lapangan, ada bukti anekdotal bahwa aktivitas investasi sudah turun tajam." Dampaknya terlihat jelas: properti investor yang biasanya mendorong permintaan di segmen entry-level kini melemah, dan tekanan harga menyebar ke seluruh pasar.
Dampak ke Pembeli Rumah Pertama
Pemerintah Australia menargetkan 75.000 warga beralih dari sewa ke kepemilikan via skema deposit 5%. Tapi risikonya nyata: jika harga terus turun, pembeli dengan uang muka kecil bisa terjebak negative equity — utang lebih besar dari nilai rumah.
Menurut Lawless, risiko ini terbatas selama pasar tenaga kerja tetap kuat dan bank masih menerapkan uji kelayakan kredit ketat. Sydney sendiri sudah turun 3,6% dari puncaknya, lebih kecil dibanding penurunan 8,5% di periode yang sama pada 2022.
Brisbane dan Perth masih mencatat pertumbuhan positif tipis (0,3% dan 0,7%) tapi lajunya melambat drastis. Pola ini menunjukkan pelemahan sudah merata, bukan hanya di kota besar.
Pelajaran untuk Indonesia
Meski pasar properti Indonesia berbeda — suku bunga acuan BI 5,75%, skema KPR didominasi bank konvensional — pola perlambatan mulai terlihat. Harga properti di kota besar RI melambat sejak 2024 karena daya beli tergerus.
Yang terjadi di Australia bisa menjadi early warning: kombinasi kenaikan suku bunga dan kebijakan pajak yang tidak ramah investor berpotensi memicu koreksi pasar. Investor Indonesia perlu mencermati arah kebijakan fiskal dan moneter ke depan untuk mengantisipasi risiko serupa.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa penyebab utama harga rumah di Australia turun?
Tiga kenaikan suku bunga, tekanan keterjangkauan, dan perubahan kebijakan pajak capital gains dan negative gearing yang mengurangi minat investor.
Berapa besar penurunan harga rumah di Sydney?
Median harga rumah Sydney turun 1,2% pada Juni 2026 menjadi AU$1.265.608. Sejak puncaknya, harga sudah turun 3,6%.
Apakah penurunan ini hanya siklus atau permanen?
Tim Lawless dari Cotality Research menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan. Penurunan saat ini sejalan dengan siklus sebelumnya, tapi dampak kebijakan pajak baru masih perlu diukur lebih lanjut.
