- Peneliti NTU Singapura dan Waseda University Jepang ciptakan robot biohibrida dari kecoa Madagascar yang tahan 3 jam di air.
- Kecoa dilengkapi baju kedap air dengan modul oksigen dari reaksi kimia, bukan tabung udara.
- Potensi: operasi SAR di reruntuhan dan saluran sempit, masih tahap laboratorium.
Para peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan Waseda University Jepang berhasil menciptakan robot biohibrida yang unik: kecoa yang disulap jadi robot penyelam.
Dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada akhir Juni 2026, 1 studi terbaru ini memanfaatkan kecoa Madagascar atau kecoa mendesis yang dilengkapi "baju" khusus sehingga berfungsi seperti robot amfibi.
Cara Kerja Robot Kecoa Biohibrida
Robot kecoa ini tidak sekadar serangga biasa. Menurut peneliti di NTU dan Waseda, kecoa Madagascar diberi "baju" kedap air yang dilengkapi modul penghasil oksigen berukuran kecil.
Oksigen dihasilkan dari reaksi kimia di dalam perangkat — bukan dari tabung udara mini — untuk menghindari penambahan bobot yang membebani daya angkut kecoa. Dari situ, selang khusus menyalurkan oksigen ke tubuh serangga tersebut.
Hasilnya? Kecoa robot ini mampu bertahan hingga 3 jam di dalam air dan tetap bisa bernapas di lingkungan minim oksigen. Mobilitasnya juga cukup lincah melewati ruang sempit dan hambatan.
Kenapa Harus Kecoa?
"Pendekatan ini lebih efisien dibanding merancang robot amfibi berukuran mini dari nol," tulis para peneliti dalam studinya.
Kecoa dipilih karena tubuhnya yang kuat, kemampuan melewati celah sempit, dan daya tahan di berbagai lingkungan. Robot mekanis mini dengan kemampuan serupa membutuhkan biaya dan rekayasa yang jauh lebih kompleks.
1 studi dari peneliti yang sama pada 2025 berhasil mengendalikan kawanan 20 kecoa cyborg yang bergerak secara berkelompok. Studi terbaru ini memperluas kemampuan kecoa agar bisa beroperasi di lingkungan yang sebelumnya tak terjangkau — termasuk area tergenang air dan minim oksigen.
Potensi Aplikasi di Dunia Nyata
Meski masih dalam tahap laboratorium, robot kecoa biohibrida ini punya potensi besar untuk operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi bencana. Robot ini bisa masuk ke celah reruntuhan, saluran drainase, atau pipa sempit yang sulit dijangkau robot konvensional.
Keterbatasan saat ini: penelitian belum diuji dalam skenario bencana nyata. Namun pendekatan biohibrida ini membuka jalan baru untuk robotika amfibi yang murah dan efisien.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama robot kecoa bisa bertahan di air?
Hingga 3 jam di dalam air dan tetap berfungsi normal di lingkungan minim oksigen.
Apakah robot kecoa ini sudah dipakai untuk misi penyelamatan?
Belum. Penelitian masih dalam tahap laboratorium dan belum diuji dalam skenario bencana nyata.
Jurnal apa yang mempublikasikan temuan ini?
Studi ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada akhir Juni 2026 oleh peneliti dari NTU Singapura dan Waseda University Jepang.
