Di pekarangan dan lahan kosong, ada tanaman liar yang selama ini dianggap gulma — padahal menyimpan nutrisi super lengkap. Krokot atau Portulaca oleracea L. ternyata punya segudang manfaat yang jarang diketahui. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, tanaman ini bahkan disebut 'sayur umur panjang'. Berikut penjelasan ilmiahnya berdasarkan publikasi 24 Juni 2026.

Apa Itu Krokot? Krokot adalah tanaman liar anggota famili Portulacaceae yang tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki daun kecil berdaging tebal, batang kemerahan, dan bunga kuning kecil. Meski sering dianggap gulma dan dibuang, krokot justru punya profil nutrisi yang mengesankan — jauh di atas rata-rata sayuran biasa.

Kandungan Nutrisi yang Bikin Takjub Per 100 gram, krokot mengandung lebih dari 1.000 IU vitamin A, vitamin C, asam lemak omega-3, kalium, magnesium, zat besi, kalsium, fosfor, serta antioksidan beta karoten dan asam askorbat. Yang paling menarik: omega-3 pada krokot cukup tinggi untuk ukuran sayuran, menjadikannya sumber alternatif bagi vegetarian.

Manfaat untuk Mata dan Jantung Kandungan vitamin A yang tinggi membantu menurunkan risiko rabun senja dan degenerasi makula. Sementara kombinasi omega-3 dan kalium berperan menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengontrol lemak darah, berpotensi menurunkan faktor risiko kardiovaskular.

Antioksidan untuk Perlindungan Sel Beta karoten dan asam askorbat dalam krokot bekerja sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Literatur juga menyebut potensi krokot untuk perawatan kulit, termasuk efek antimikroba dan penyembuhan luka.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Konsumsi Krokot mengandung asam oksalat tinggi sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita batu ginjal. Ibu hamil dan menyusui disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya konsumsi rutin.

Kesimpulan Krokot adalah bukti bahwa superfood tidak harus mahal atau impor. Tanaman liar yang mudah ditemukan di sekitar rumah ini menyimpan nutrisi lengkap. Konsumsi secukupnya dan sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan atau konsumsi herbal baru.