Dokter Australia di Ethiopia

Ada satu kisah yang jarang diketahui di antara banyak berita kesehatan: menurut laporan dari Starts at 60, seorang dokter asal Australia menghabiskan 60 tahun hidupnya di Ethiopia untuk menyembuhkan penyakit yang dianggap aib sosial. Dr. Catherine Hamlin — namanya mungkin asing bagi banyak orang Indonesia — tiba di Ethiopia pada 1959 bersama suaminya Dr. Reg Hamlin.

Misi mereka: membantu wanita penderita fistula obstetri, kondisi medis akibat persalinan lama yang membuat penderitanya terus-menerus bocor urine atau feses.

Saat itu, fistula dianggap aib sosial. Banyak wanita penderitanya diasingkan dari keluarga dan komunitas.

Catherine dan Reg mendirikan Addis Ababa Fistula Hospital. Hasilnya luar biasa: lebih dari 70.000 wanita telah dirawat dengan tingkat kesembuhan mencapai 95%.

Lebih dari Sekadar Operasi

Setiap pasien tidak hanya mendapatkan operasi gratis. Mereka juga menerima gaun baru dan ongkos bus pulang — pendekatan yang mengembalikan martabat, bukan hanya kesehatan. Berdasarkan laporan dari Starts at 60, pendekatan holistik ini yang membedakan rumah sakit tersebut dari fasilitas kesehatan lain di Afrika.

Ketika pemerintah Ethiopia tidak merespons usulan program pencegahan fistula, Catherine mengambil inisiatif sendiri. Ia mendirikan sekolah kebidanan yang melatih bidan-bidan untuk bekerja di desa-desa. Langkah ini secara langsung menekan angka kasus fistula baru di daerah terpencil.

John Little, penulis buku The Hospital by the River yang mewawancarai Catherine secara mendalam, mengatakan: "Dia sangat membumi, sangat ingin tahu tentang segala hal. Sungguh menginspirasi berada di dekatnya — bukan dengan cara yang berat, tapi sebagai wanita alami yang menyenangkan dengan selera humor tinggi."

Warisan yang Bertahan

Catherine masih melakukan operasi hingga usianya 70-an. Buku The Hospital by the River tetap dicetak 25 tahun setelah pertama kali rilis pada 2001. Buku ini menggerakkan donasi besar — termasuk satu juta dolar Australia dari seorang wanita yang membaca buku itu, lalu terbang ke Ethiopia untuk bertemu langsung dengan Catherine.

Mengapa ini penting? Hal ini menunjukkan bahwa satu individu dengan dedikasi total bisa mengubah nasib puluhan ribu orang. Dampaknya terasa hingga hari ini — rumah sakit yang didirikannya terus beroperasi, sekolah kebidanan yang ia rintis masih melatih tenaga kesehatan baru, dan yayasannya terus menyelamatkan nyawa.

Dalam dunia yang sibuk dengan startup dan inovasi teknologi, pendekatan sederhana — operasi, pelatihan bidan, dan pengembalian martabat — tetap menjadi solusi paling efektif untuk krisis kemanusiaan yang jarang diliput.

Saat ini Catherine Hamlin Fistula Foundation terus mendanai operasi gratis, rehabilitasi, program persalinan aman, dan pelatihan bidan di desa-desa Ethiopia.