BPOM telah memberikan izin edar untuk tirzepatide, obat diabetes tipe 2 yang juga terbukti efektif untuk menurunkan berat badan. Indonesia, yang saat ini memiliki 20,4 juta orang dewasa hidup dengan diabetes berdasarkan IDF Diabetes Atlas 2025, kini punya opsi terapi baru yang berbeda dari obat-obatan sebelumnya.

Apa Itu Tirzepatide?

Tirzepatide adalah obat first-in-class yang bekerja sebagai dual GIP dan GLP-1 receptor agonist. Artinya, obat ini mengaktifkan dua hormon incretin alami tubuh sekaligus — GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1). Kombinasi ini membantu mengatur gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menekan nafsu makan.

Menurut Christophe Piganiol, President Director PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) yang memasarkan obat ini, tirzepatide adalah langkah penting dalam menghadirkan inovasi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat Indonesia.

"Hadirnya tirzepatide merupakan langkah penting dalam upaya kami menghadirkan inovasi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat Indonesia," kata Piganiol dalam siaran pers 4 Juli 2026.

Regulasi dan Persetujuan BPOM

Proses persetujuan tirzepatide di Indonesia tergolong cepat. Untuk indikasi diabetes tipe 2, BPOM menyelesaikan evaluasi dalam 98 hari kerja. Sedangkan untuk indikasi manajemen berat badan kronis, hanya butuh 42 hari kerja melalui jalur reliance pathway yang efektif mulai Agustus 2025.

Kepala BPOM Prof. Dr. dr. Taruna Ikrar menegaskan bahwa setiap obat yang memperoleh izin edar telah melalui evaluasi ilmiah yang ketat.

"Setiap obat yang memperoleh izin edar telah melalui evaluasi ilmiah yang ketat untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutunya," ujarnya.

Kenapa Ini Penting untuk Indonesia?

Angka obesitas di Indonesia mencapai 23,4% pada 2023 — meningkat signifikan dari dekade sebelumnya. Sementara jumlah pasien diabetes diproyeksikan mencapai 28,6 juta pada 2050 jika tidak ada intervensi yang berarti.

Ketua PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir menjelaskan bahwa tirzepatide memberikan opsi baru bagi dokter untuk mempersonalisasi pengobatan berdasarkan karakteristik klinis pasien.

"Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa tirzepatide mampu memberikan kontrol glikemik yang signifikan sekaligus menghasilkan penurunan berat badan yang berarti pada pasien diabetes melitus tipe 2," kata Em Yunir.