Estonia, negara kecil di Eropa Utara yang dikenal sebagai salah satu negara paling digital di dunia, kembali membuat gebrakan. Negara ini berencana memberikan identitas digital layaknya KTP kepada agen kecerdasan buatan (AI) otonom.

Langkah ini diambil agar agen AI bisa bertindak secara legal dan verifiable atas nama manusia, sekaligus memastikan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi masalah.

Fakta 1: KTP Digital untuk AI, Terobosan Baru dari Estonia

Perdana Menteri Estonia Kristen Michal mengatakan identitas digital ini direncanakan sebagai yang pertama secara global. Inisiatif ini didukung oleh Eesti.ai, badan penasihat AI nasional Estonia.

"Harus jelas siapa yang bertindak atas nama siapa, hak apa yang dimiliki, dan siapa yang pada akhirnya bertanggung jawab," ujar Michal, dikutip dari Kompas Tekno 24 Juni 2026.

Fakta 2: Agen AI Makin Canggih, Butuh Regulasi

Estonia melihat urgensi regulasi ini karena agen AI kini mampu melakukan tugas kompleks secara otonom: menyusun laporan, menyiapkan dokumen deklarasi, hingga berinteraksi dengan berbagai sistem informasi.

Tanpa identitas yang jelas, tindakan agen AI sulit dilacak dan dipertanggungjawabkan.

Fakta 3: Kewenangan Terbatas untuk Cegah Penyalahgunaan

KTP digital untuk agen AI ini tidak akan memberikan kekuasaan penuh. Identitas tersebut hanya memberikan kewenangan terbatas sesuai tugas yang diberikan pengguna.

Ini penting untuk mencegah agen AI bertindak di luar batas yang ditentukan.

Fakta 4: Argentina Juga Bergerak ke Arah yang Sama

Tidak hanya Estonia. Presiden Argentina Javier Milei mendukung regulasi yang memungkinkan berdirinya "perusahaan non-manusia" yang dikelola sepenuhnya oleh software dengan status tanggung jawab terbatas.

Ini menunjukkan tren global bahwa AI otonom mulai diakui sebagai entitas legal.

Fakta 5: Standar Interoperabilitas AI Juga Dikembangkan

Bersamaan dengan inisiatif Estonia, proyek akademis OWASP mengusulkan Agent Name Service pada Mei 2026 untuk interoperabilitas antar agen AI.

Ini semacam "DNS untuk AI" yang memungkinkan agen dari berbagai pengembang saling berkomunikasi dengan standar yang sama.

Kesimpulan

Langkah Estonia menunjukkan bahwa regulasi AI otonom bukan lagi wacana masa depan. KTP digital untuk agen AI bisa menjadi standar baru dalam tata kelola kecerdasan buatan di seluruh dunia.