Suplemen vitamin D sering dianggap aman dikonsumsi seenaknya. Tapi nggak semua orang sadar kalau kelebihan dosis bisa berakibat fatal — sampai bikin seorang wanita 26 tahun harus cuci darah seumur hidup.

Pada 23 Juni 2026, detikHealth melaporkan seorang wanita berusia 26 tahun harus menjalani cuci darah (dialisis) setelah mengonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan tanpa tes darah atau konsultasi dokter. Ia nekat membeli suplemen hanya karena ucapan teman yang bilang dirinya kekurangan vitamin D.

Berikut 5 fakta soal bahaya overdosis vitamin D yang wajib kamu tahu.

Fakta 1: Overdosis Vitamin D Bisa Berakibat Gagal Ginjal Akut

Konsumsi vitamin D berlebihan menyebabkan kadar kalsium dalam darah melonjak drastis — kondisi yang disebut hiperkalsemia. Dalam kasus ini, kerusakan ginjalnya sudah sangat parah hingga harus menjalani cuci darah.

Menurut dr Aseem Thamba, Konsultan Nefrologi di RS Zen Multi-spesialisasi, suplementasi vitamin D yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury). Jika kerusakan sudah parah, pasien terpaksa harus cuci darah.

Fakta 2: Gejala Awal Overdosis Vitamin D Mirip Penyakit Ringan

Banyak orang tidak sadar sudah overdosis vitamin D karena gejala awalnya mirip penyakit biasa. Gejalanya meliputi mual dan muntah, kehilangan nafsu makan mendadak, rasa haus ekstrem, sering buang air kecil, sembelit akut, dan kelelahan tidak biasa.

Masalahnya, efek kerusakan ginjal bisa berkembang progresif dalam hitungan minggu hingga bulan tanpa disadari.

Fakta 3: Usia Muda Bukan Jaminan Aman

Banyak yang berpikir ginjal masih kuat selama usia masih muda. Tapi kasus 23 Juni 2026 ini membuktikan sebaliknya. Wanita 26 tahun dengan ginjal yang seharusnya masih prima justru harus menjalani dialisis.

"Usia muda tidak menjamin keamanan jika tubuh dicekoki suplemen berlebihan dalam jangka panjang," tegas dr Thamba.

Fakta 4: Vitamin K2 Tidak Bisa Menetralisir Overdosis Vitamin D

Beredar mitos di kalangan penggemar suplemen bahwa mengonsumsi vitamin K2 secara bersamaan bisa membuat vitamin D dosis tinggi aman dikonsumsi. Faktanya, vitamin K2 tidak bisa menjadi tameng dari bahaya overdosis vitamin D.

Tidak ada suplemen pendamping yang bisa menggantikan pengawasan medis dan tes darah rutin.

Fakta 5: Jangan Konsumsi Suplemen Berdasarkan Feeling atau Saran Teman

Wanita dalam kasus ini mengonsumsi vitamin D hanya karena dibilang "kelihatan kekurangan vitamin D" oleh temannya — tanpa tes darah sama sekali. Padahal, gejala kekurangan vitamin D (lelah, rambut rontok) bisa disebabkan oleh banyak hal lain.

Langkah yang benar: lakukan tes darah dulu untuk memastikan kadar vitamin D yang sebenarnya. Jangan asal konsumsi suplemen berdasarkan perasaan atau tren.

Kesimpulan

Vitamin D memang penting untuk kesehatan tulang dan imunitas, tapi bukan berarti bisa dikonsumsi sembarangan. Kasus 23 Juni 2026 ini jadi pengingat bahwa suplemen harus berdasarkan indikasi medis dan pemantauan kadar darah. Jangan sampai niat sehat malah berujung cuci darah.