Meskipun budaya ngopi di kafe makin populer, survei terhadap lebih dari 3.600 orang mengungkap fakta sebaliknya: mayoritas masih mengandalkan kopi instan di rumah.
- 55% orang lebih memilih kopi instan di rumah daripada kopi seduh lainnya
- Pada usia 65+ hampir 70% masih setia dengan kopi instan
- Kopi kafe dan kopi rumah ternyata punya fungsi berbeda
Siapa sangka, di tengah maraknya budaya ngopi kekinian dengan beragam menu seperti cold brew, nitro coffee, hingga single-origin, kebanyakan orang ternyata masih setia dengan kopi instan di rumah.
Sebuah survei terhadap lebih dari 3.600 orang mengungkap temuan yang cukup mengejutkan. Yuk, simak 5 faktanya.
Fakta 1: Kopi Instan Masih Jadi Raja di Rumah
Meskipun tren kopi kekinian makin populer, survei menunjukkan bahwa 55% responden masih mengandalkan kopi instan sebagai minuman utama di rumah. Kopi pod dan kopi bubuk berada di posisi kedua sebagai metode seduh favorit.
Fakta 2: Orang Tua Paling Setia dengan Kopi Instan
Semakin tua usia seseorang, semakin besar kemungkinannya untuk memilih kopi instan. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, hampir 70% masih setia dengan kopi instan. Sementara pada kelompok usia 55-64 tahun, angkanya mencapai hampir 60%, menurut survei yang dilakukan pada 23 Juni 2026.
Fakta 3: Kopi Kafe dan Kopi Rumah Punya Fungsi Berbeda
Penelitian mengungkap bahwa kopi yang diminum di kafe dan kopi di rumah sebenarnya punya peran yang berbeda. Kopi kafe lebih berkaitan dengan pengalaman sosial — momen ngobrol dengan teman, menikmati suasana, atau memanjakan diri. Sementara kopi di rumah lebih bersifat kebutuhan praktis: cepat, murah, dan simpel.
Fakta 4: Harga Jadi Alasan Utama
Semakin mahalnya harga kopi di kafe — yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah per cangkir — membuat banyak orang memilih kopi instan sebagai alternatif hemat di rumah. Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama, terutama bagi mereka yang minum kopi setiap hari.
Fakta 5: Generasi Muda Mulai Beralih ke Produk Ramah Lingkungan
Meskipun kopi instan masih dominan, generasi muda menunjukkan minat yang meningkat pada produk kopi spesialti dan opsi berkelanjutan, seperti pod kopi yang bisa didaur ulang. Ini menandakan adanya pergeseran preferensi di kalangan konsumen yang lebih peduli lingkungan.
Kesimpulan
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun budaya kafe makin berkembang, kebanyakan orang tetap membedakan antara momen spesial ngopi di luar dan kebutuhan praktis minum kopi di rumah. Kopi instan tetap jadi andalan karena alasan harga, kemudahan, dan kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah benar kopi instan masih lebih populer daripada kopi kafe?
Ya, survei terhadap lebih dari 3.600 orang menunjukkan 55% responden masih mengandalkan kopi instan sebagai minuman utama di rumah, meskipun budaya kopi kafe makin populer.
Kenapa orang tua lebih suka kopi instan?
Kelompok usia 65 tahun ke atas hampir 70% masih setia dengan kopi instan. Alasannya karena kebiasaan sejak lama, faktor harga yang lebih murah, dan kemudahan penyajian.
Apa perbedaan fungsi kopi kafe dan kopi rumah?
Kopi kafe lebih berkaitan dengan pengalaman sosial dan momen spesial, sedangkan kopi di rumah lebih sebagai kebutuhan praktis yang cepat dan hemat.
Apakah generasi muda juga lebih suka kopi instan?
Tidak. Generasi muda menunjukkan minat lebih besar pada produk kopi spesialti dan opsi ramah lingkungan seperti pod kopi daur ulang, meskipun kopi instan masih dominan secara keseluruhan.
