Bayangkan nenek atau kakekmu harus membayar Rp 400 ribu setiap hari hanya untuk bisa memilih menu makan siang. Itulah yang diungkap investigasi 60 Minutes berjudul The Aged Care Rip-Off pada 4 Juli 2026 — lansia Australia dipungut biaya AU$37 per hari untuk hak memilih antara daging babi panggang atau daging domba.

Biaya AU$37 untuk Pilih Menu

Dalam teaser investigasi, narasi menyebutkan: 'Bayangkan bayar AU$37 per hari untuk dapat pilihan menu. Daging babi panggang, daging domba.' Biaya ini masuk dalam paket 'layanan tambahan' atau signature packages yang nilainya dipertanyakan oleh keluarga pasien.

Menurut Scott Podmore, jurnalis Starts at 60 yang meliput investigasi ini, keluarga merasa tidak tahu persis apa yang mereka bayar. Sistem akomodasi, biaya perawatan, dan biaya opsional lainnya saling tumpang tindih dan sulit dipahami.

Dampak pada Keluarga

Salah satu anggota keluarga yang diwawancarai dalam segmen tersebut mengatakan: 'Mereka memanfaatkan ibu saya.' Yang lain menambahkan: 'Jika kamu tidak ada di sana untuk memperjuangkannya, dia tidak akan bersama kita hari ini.'

Seorang narasumber lain dalam cuplikan menyatakan: 'Mereka bukan pusat keuntungan. Mereka adalah ibu dan ayah.'

Konteks Royal Commission

Investigasi ini muncul setelah Royal Commission into Aged Care Quality and Safety — komisi kerajaan yang menyelidiki kualitas dan keamanan perawatan lansia Australia — sebelumnya mengungkap kegagalan sistem secara luas. Para advokat kini menyerukan transparansi penuh soal biaya dan layanan yang diberikan.

Kenapa Ini Penting

Skandal ini menunjukkan celah sistemik dalam regulasi panti jompo Australia. Provider dapat mengenakan biaya 'opsional' yang sebenarnya menjadi kebutuhan dasar — seperti pilihan menu makanan. Dengan populasi lansia Australia yang terus bertambah, tekanan pada sistem perawatan lansia diperkirakan semakin besar.

Dampak Sistemik

Skandal ini bukan kasus terisolasi. Royal Commission into Aged Care Quality and Safety sebelumnya sudah mendokumentasikan puluhan kasus kegagalan sistem serupa. Tantangannya: biaya 'opsional' yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, seperti pilihan menu, justru menjadi sumber pendapatan provider.

Dengan populasi lansia Australia yang diproyeksikan mencapai 5,6 juta pada 2030, tekanan pada sistem perawatan akan semakin besar. Tanpa transparansi biaya yang ketat, praktik seperti ini berisiko terus terulang.