Banyak orang tua menunda vaksinasi anak dengan alasan sang anak terlihat sehat atau khawatir efek samping. Kebiasaan ini justru meningkatkan risiko infeksi dan memperpanjang masa rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Menurut dr. Deddy Iskandar, Spesialis Anak RS Premier Surabaya, pemahaman ini keluar dari fungsi dasar vaksin.

"Vaksin bekerja layaknya sabuk pengaman saat berkendara. Fungsinya bukan untuk mengobati penyakit, melainkan memberikan perlindungan apabila suatu saat anak menghadapi risiko terpapar virus atau bakteri penyebab penyakit," kata dr. Deddy, 30 Juni 2026.

Analisis: Kenapa Ini Masalah Serius

Setiap hari tanpa vaksin adalah hari di mana anak berada dalam risiko. Penyakit seperti campak, difteri, dan polio bisa menular kapan saja — terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi rendah. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pada 2025, sekitar 12% anak di beberapa provinsi Indonesia belum menerima imunisasi dasar lengkap tepat waktu. Artinya, hampir 1 dari 8 anak belum terlindungi secara optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa kesenjangan persepsi antara orang tua dan tenaga kesehatan masih lebar. Banyak yang menganggap vaksin sebagai pengobatan, padahal fungsinya adalah pencegahan.

Alasan Orang Tua Menunda

Beberapa alasan yang sering muncul:

  • Anak dianggap terlalu sehat untuk divaksin
  • Takut efek samping seperti demam ringan
  • Informasi keliru tentang kandungan vaksin
  • Jadwal terlewat karena kesibukan

Padahal, efek samping vaksin umumnya ringan dan sementara — jauh lebih kecil risikonya dibanding tertular penyakit yang bisa dicegah.

Kapan Waktu yang Tepat?

Imunisasi paling efektif diberikan saat anak sehat. Jangan menunggu sampai sakit, karena saat itu tubuh sudah terpapar ancaman dan vaksinasi justru tidak dianjurkan.

Yang Bisa Orang Tua Lakukan

  • Catat jadwal imunisasi sesuai rekomendasi IDAI
  • Konsultasi ke dokter anak jika ragu tentang vaksin tertentu
  • Jangan menunda hanya karena anak terlihat sehat
  • Lengkapi imunisasi kejar jika ada yang terlewat

Dampaknya tidak hanya pada satu anak. Vaksinasi membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi anak-anak lain yang belum bisa divaksin karena kondisi medis tertentu. Semakin banyak yang menunda, semakin besar celah penularan penyakit.