Produsen baterai terbesar dunia, CATL, tidak sendirian lagi. Perusahaan asal China ini menggandeng Google, Xiaomi, BMW, Renault, dan Volvo untuk membentuk aliansi besar standardisasi baterai global, seperti dilaporkan ANTARA News pada 30 Juni 2026.

Bikin Standar Desain Baterai Global

Aliansi ini fokus menyusun Battery Circular Design Guide, panduan yang mengatur standar desain, diagnosis, pembongkaran, manufaktur ulang, dan daur ulang baterai sepanjang siklus hidup kendaraan. Panduan ini dijadwalkan rilis penuh pada 2027.

Dengan standar seragam, produsen mobil dan operator armada bisa menghitung nilai aset baterai secara akurat dan mengelola risiko finansial. Ini langkah krusial karena baterai adalah komponen termahal dalam mobil listrik.

Daur Ulang Sudah Berjalan Masif

Anak perusahaan CATL, Brunp, sudah memproses 210.000 ton limbah baterai pada 2025 dengan tingkat pemulihan mineral inti mencapai 99,6%. Angka ini menunjukkan bahwa daur ulang baterai sudah bukan lagi eksperimen -- ini operasi skala industri yang nyata.

Daur ulang juga terbukti menekan emisi signifikan. Menurut CATL, pemanfaatan komponen hasil daur ulang mampu menurunkan intensitas karbon material sebesar 32%.

Tantangan: Emisi Hulu Masih Besar

Meski begitu, emisi dari penambangan dan pemrosesan bahan baku baterai masih lima kali lebih tinggi dibandingkan emisi operasional pabrik. Ini jadi area yang harus diperbaiki lewat standar baru.

Ellen MacArthur Foundation ikut mengoordinasikan kolaborasi lintas industri untuk menyelaraskan strategi perusahaan dengan target pengurangan karbon global.

Ekspansi ke Eropa

CATL juga memperluas infrastruktur penukaran baterai di Eropa lewat kemitraan dengan Octopus Energy. Fokusnya pada kendaraan komersial berat, segmen yang selama ini sulit dialiri listrik karena kebutuhan daya besar.

Kenapa Ini Penting?

Standardisasi baterai global bukan cuma soal teknis dan engineering. Dengan aturan yang seragam, biaya produksi bisa turun, daur ulang jadi lebih efisien, dan jejak karbon industri kendaraan listrik bisa ditekan. Bagi konsumen, ini berarti harga mobil listrik lebih terjangkau dan masa pakai baterai lebih terjamin.