Studi Carbon Research: campur air ke solar pakai teknologi WiDE turunkan NOx 67% dan PM 68%. Tidak perlu ubah mesin, campuran stabil 60 hari.
Polusi dari mesin diesel bisa ditekan drastis tanpa harus mengganti mesin atau membeli kendaraan baru. Sebuah studi di jurnal Carbon Research 1 Juli 2026 menemukan bahwa mencampur air ke dalam solar bisa mengurangi nitrogen oksida (NOx) hingga 67% dan partikel (PM) hingga 68% — angka yang selama ini hanya bisa dicapai dengan sistem pengendali emisi mahal.
Teknologi ini disebut Water-in-Diesel Emulsion (WiDE). Cara kerjanya sederhana: tetesan air mikroskopis dicampur ke solar menggunakan surfaktan — zat yang membuat air dan minyak tetap menyatu.
Bagaimana Air Bisa Bersihkan Emisi?
Saat campuran ini terbakar di mesin, air menguap secara eksplosif. Ledakan kecil ini memecah solar menjadi droplet yang lebih halus, membuat pembakaran jadi lebih sempurna. Air juga menurunkan suhu puncak pembakaran, yang secara alami mengurangi pembentukan NOx.
"Water-in-diesel emulsions are a practical and cost-effective way to make diesel engines cleaner," kata Dr. Chukwuemeka Fortunatus Nnadozie, penulis utama studi dari Federal University of Technology Owerri, Nigeria, dalam rilis ScienceDaily 1 Juli 2026. "Karena teknologinya tidak perlu mendesain ulang mesin, ini menawarkan jalur langsung menuju emisi yang lebih rendah di negara berkembang dan maju."
Campuran emulsi ini stabil hingga 60 hari, cukup untuk penyimpanan dan distribusi bahan bakar biasa.
Kenapa Ini Penting?
Mesin diesel masih jadi tulang punggung transportasi berat — truk, alat pertanian, generator, dan mesin industri. Di Indonesia, solar masih jadi bahan bakar utama untuk logistik dan transportasi umum.
Masalahnya, asap diesel mengandung NOx (pemicu smog dan iritasi paru-paru) dan partikel halus (penyebab penyakit pernapasan). Teknologi pengendali polusi seperti catalytic converter dan particulate filter memang efektif tapi mahal dan kompleks. WiDE menawarkan solusi yang lebih sederhana dan murah.
Prof. Emeka Emmanuel Oguzie, co-author studi, menjelaskan: "Teknologi ini bisa menjadi jembatan antara penggunaan diesel konvensional dan masa depan energi yang lebih bersih." 1 Juli 2026
Kesimpulan
WiDE bukan solusi permanen, tapi jembatan praktis menuju energi yang lebih bersih. Peneliti masih perlu mengidentifikasi kombinasi surfaktan paling efektif dan mempelajari efek jangka panjang pada mesin. Tapi dengan penurunan NOx 67% dan PM 68%, teknologi ini bisa langsung diterapkan tanpa menunggu infrastruktur baru — sesuatu yang langka dalam dunia pengendalian polusi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah teknologi WiDE aman untuk mesin diesel?
Studi awal menunjukkan brake thermal efficiency (efisiensi pembakaran) tetap terjaga atau bahkan meningkat. Namun penelitian lebih lanjut tentang efek jangka panjang pada komponen mesin masih diperlukan sebelum adopsi massal.
Berapa banyak air yang dicampur ke solar?
Rasio optimal tergantung aplikasi, tapi studi ini menggunakan formulasi emulsi dengan surfaktan untuk menjaga stabilitas campuran hingga 60 hari. Peneliti masih menentukan rasio terbaik untuk berbagai jenis mesin.
Apakah teknologi ini bisa dipakai di Indonesia?
Sangat mungkin. Indonesia adalah pengguna solar besar untuk transportasi dan industri. WiDE tidak memerlukan modifikasi mesin atau infrastruktur baru, sehingga bisa diadopsi secara bertahap tanpa biaya besar.
