Kebiasaan tidur siang sering dianggap sebagai cara mengisi ulang energi. Tapi studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open pada Juli 2026 menunjukkan bahwa bukan hanya durasi, tapi jam tidur siang juga punya hubungan dengan risiko kematian.

Peneliti dari Rush University Medical Center mengikuti 1.338 orang dewasa berusia 56 tahun ke atas selama 19 tahun. Rata-rata follow-up adalah 8,3 tahun. Mereka menggunakan wearable activity tracker, bukan laporan subjektif, sehingga datanya lebih akurat.

Temuan Utama

Setiap jam tambahan tidur siang dikaitkan dengan risiko kematian 13% lebih tinggi. Setiap kali tambahan frekuensi tidur siang dalam sehari dikaitkan dengan risiko 7% lebih tinggi.

Yang menarik: tidur siang pagi (pukul 09.00-13.00) membawa risiko lebih besar dibanding tidur siang di awal sore. Ini membalikkan temuan studi sebelumnya yang justru menyebut tidur siang sore sebagai faktor risiko.

Pola Lebih Penting dari Sekali-sekali

Studi ini menemukan bahwa tidur siang tidak teratur (kadang-kadang, tidak setiap hari) tidak terkait dengan peningkatan risiko. Risiko tinggi hanya muncul pada kebiasaan tidur siang yang berat dan terus-menerus.

Dr. Gao, peneliti utama, menjelaskan bahwa kebiasaan tidur siang berlebihan kemungkinan besar adalah gejala dari kondisi kesehatan yang sudah ada — seperti penyakit kardiovaskular yang tidak terdiagnosis, sleep apnea, peradangan kronis, atau gangguan ritme sirkadian — bukan penyebab langsung.

Kenapa Ini Penting

Banyak orang menganggap tidur siang sebagai kebiasaan netral atau bahkan sehat. Studi ini menunjukkan pola tidur siang bisa menjadi early warning system yang murah dan non-invasif. Dokter bisa memanfaatkan perubahan kebiasaan tidur pasien sebagai sinyal awal untuk mengecek kondisi kardiovaskular atau gangguan tidur.

Yang Bisa Dilakukan

Tidur siang sesekali dan singkat untuk mengganti tidur malam yang kurang umumnya tidak berbahaya. Tapi jika kamu mulai tidur siang lebih sering, lebih lama, atau lebih pagi dari biasanya — perhatikan polanya.

Perubahan signifikan pada kebiasaan tidur siang — apalagi disertai gejala seperti kelelahan tak biasa, sesak napas, atau tidur malam terganggu — bisa menjadi tanda awal yang perlu dikonsultasikan ke dokter.