- Creatine, suplemen pembentuk otot, diteliti untuk depresi di 5 uji klinis pada 238 orang.
- Dua uji pada wanita dengan depresi mayor menunjukkan perbaikan dengan dosis 5g/hari.
- Tiga uji lainnya nihil — bukti masih terlalu awal untuk praktik klinis.
Creatine selama ini dikenal sebagai suplemen andalan para atlet dan pengunjung gym. Tapi studi terbaru menunjukkan suplemen ini mungkin punya peran lain: membantu melawan depresi.
Sebuah tinjauan sistematis di jurnal Brain Medicine pada 30 Juni 2026 menganalisis 5 uji klinis acak pada 238 orang untuk mengevaluasi creatine sebagai terapi tambahan depresi. Hasilnya masih campur aduk.
Dua Uji Positif, Tiga Nihil
Dari lima uji klinis, hanya dua yang positif — keduanya pada wanita dengan gangguan depresi mayor.
Pertama, peserta yang minum 5 gram creatine per hari plus escitalopram menunjukkan penurunan gejala depresi lebih besar setelah 8 minggu dibanding plasebo. Efeknya signifikan dengan Cohen's d = 1,13 pada skala Hamilton. Remisi juga lebih banyak.
Kedua, creatine plus terapi perilaku kognitif (CBT) juga menurunkan gejala depresi lebih besar.
Tiga uji lain nihil: tidak ada manfaat pada depresi resisten (5g atau 10g/hari), pada remaja perempuan, atau pada episode depresi bipolar.
Kerja di Otak, Bukan Cuma Otot
Menurut Bassam Jeryous Fares dan Nicholas Fabiano dari University of Ottawa, creatine mendukung metabolisme energi otak lewat regenerasi ATP. Gangguan energi di sel otak diduga berkontribusi pada gangguan suasana hati.
"Sinyalnya menarik, tapi belum vonis. Dua uji tunjukkan satu arah dan tiga arah berbeda. Itu bukan bukti yang bisa mengubah praktik klinis," kata Fares.
Fabiano menambahkan creatine aman dengan efek samping hanya gangguan pencernaan ringan, tapi belum bisa dipastikan apakah manfaatnya bisa digeneralisasi.
Kenapa Ini Penting?
Depresi adalah salah satu penyebab utama disabilitas global. Jika creatine terbukti efektif sebagai terapi tambahan, ini bisa menjadi opsi murah dan mudah diakses. Tapi dengan bukti yang masih terbelah, pasien tidak boleh mengganti obat mereka dengan creatine.
Yang perlu diwaspadai: dua peserta dengan gangguan bipolar mengalami hipomania setelah creatine, menandakan risiko pada populasi tertentu.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen apa pun untuk kondisi kesehatan mental.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah creatine aman dikonsumsi untuk depresi?
Creatine tergolong aman dengan efek samping ringan seperti gangguan pencernaan. Namun untuk penderita gangguan bipolar, creatine berpotensi memicu episode mania. Konsultasi dengan dokter tetap wajib sebelum mencoba suplemen apa pun untuk kondisi mental.
Berapa dosis creatine yang diteliti untuk depresi?
Dosis yang paling umum dalam uji klinis adalah 5 gram per hari. Satu uji juga menguji dosis 10 gram per hari pada depresi resisten tetapi tidak menunjukkan manfaat tambahan.
Apakah creatine bisa menggantikan antidepresan?
Tidak. Semua uji klinis meneliti creatine sebagai terapi tambahan (bersama antidepresan atau CBT), bukan pengganti. Bukti saat ini masih terlalu awal untuk merekomendasikan creatine sebagai pengganti obat antidepresan.