Punya rambut rapi pakai catot atau hair styler selama ini berarti siap menerima risiko rambut rusak karena panas. Tapi kini ghd mengklaim kompromi itu sudah tidak perlu terjadi berkat teknologi AI pada alat styling terbarunya.

Di perayaan ulang tahunnya yang ke-25, ghd meluncurkan ghd sculpt, alat styling interaktif yang disebut sebagai inovasi terbesar mereka dalam sejarah. Alat ini menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) yang bisa mengukur suhu rambut secara langsung, bukan sekadar memonitor suhu pelat.

Menurut laporan 7NEWS Australia 9 Juli 2026, teknologi ini disebut Heat Adapt Technology, yang menggunakan sensor AI untuk menyesuaikan panas secara real-time di setiap gerakan.

Kenapa Ini Berbeda dari Catok Biasa?

Catok rambut biasa menggunakan pelat yang dipanaskan pada suhu tetap, misalnya 185 derajat Celsius. Masalahnya, setiap helai rambut punya ketebalan dan kondisi yang berbeda—rambut yang sudah di-styling sebelumnya akan lebih cepat panas daripada rambut yang baru dicuci. Akibatnya, beberapa bagian rambut jadi over-processed sementara yang lain kurang rapi.

ghd sculpt mengatasi masalah ini dengan sensor AI yang membaca suhu permukaan rambut secara real-time. Ketika rambut sudah cukup panas, alat ini secara otomatis menurunkan suhu untuk mencegah kerusakan. Sebaliknya, saat melewati bagian rambut yang lebih tebal atau lembab, alat ini meningkatkan panas secara otomatis.

Klaim Performa: 90% Lebih Berkilau, 2,5 Kali Lebih Sedikit Frizz

Berdasarkan riset ghd selama 25 tahun tentang ilmu panas, ghd sculpt menjanjikan sejumlah manfaat: rambut 90% lebih berkilau, frizz 2,5 kali lebih sedikit, dan definisi curl yang lebih baik.

Perlindungan warna serta styling yang 5 kali lebih cepat juga diklaim oleh ghd dibandingkan teknik tradisional.

Selain teknologinya, alat ini juga didesain dengan bodi ergonomis ultra-tipis yang lebih ringan dari model sebelumnya, memudahkan pengguna untuk menjangkau dari akar hingga ujung rambut. Suhu optimal 185°C tetap dipertahankan—suhu yang menurut penelitian ghd adalah titik ideal untuk menata rambut tanpa merusak struktur alaminya.

Mitos Besar yang Coba Diluruskan

Menurut ghd, 98% konsumen percaya bahwa styling dengan panas pasti merusak rambut. Angka ini menunjukkan industri kecantikan gagal mengedukasi konsumen.

Dengan ghd sculpt, perusahaan berharap bisa membuktikan bahwa rambut sehat dan styling berkualitas tinggi tidak harus menjadi pilihan yang saling bertentangan.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi dengan profesional perawatan rambut. Hasil dapat bervariasi tergantung jenis rambut masing-masing.

Analisis

Peluncuran ghd sculpt menandakan perubahan cara pandang industri kecantikan terhadap alat styling. Selama ini konsumen dipaksa memilih antara rambut rapi atau rambut sehat.

Dengan teknologi AI yang menyesuaikan panas secara real-time, batasan itu mulai hilang. Hal ini menunjukkan masa depan alat kecantikan akan semakin personal dan adaptif—mirip tren AI di smartphone dan wearable. Dampaknya bagi konsumen Indonesia, teknologi ini bisa menjadi standar baru dalam memilih alat styling.

Intinya

ghd sculpt mewakili perubahan dari alat yang sekadar memanaskan pelat menjadi alat yang cerdas dan adaptif. Bagi pengguna catok, teknologi ini bisa menjadi solusi rambut rapi tanpa mengorbankan kesehatan rambut.