Orforglipron, pil harian dari Eli Lilly, berhasil menurunkan HbA1c hingga 1.91% dan berat badan hingga 8.2 kg dalam uji klinis fase 3 - lebih baik dari oral semaglutide.
Namun efek samping mual/muntah lebih tinggi (59% vs 37-45%), dan 10% peserta berhenti karena efek samping. Keunggulan lain: tidak perlu kulkas dan biaya produksi lebih murah.
Pil harian orforglipron dari Eli Lilly berhasil menurunkan berat badan hingga 8.2 kg dan gula darah hingga 1.91% dalam uji klinis fase 3 terhadap 1.698 pasien - lebih baik dibanding Ozempic. Buat penderita diabetes tipe 2 yang ingin opsi tanpa injeksi, obat ini bisa jadi alternatif yang lebih praktis.
Apa Itu Orforglipron?
Orforglipron adalah obat golongan GLP-1 receptor agonist — sama seperti Ozempic dan Wegovy. Bedanya, orforglipron adalah small-molecule drug (senyawa kimia sintetis), bukan peptide drug seperti semaglutide. Ini berarti obat ini bisa dikonsumsi dalam bentuk tablet harian tanpa perlu disimpan di lemari es.
Satu keunggulan utama: orforglipron tidak perlu diminum saat perut kosong. Pengguna juga tidak perlu menunggu 30 menit setelah minum obat sebelum makan — berbeda dengan oral semaglutide yang punya aturan ketat soal waktu konsumsi.
Data Uji Klinis: Angkanya Bicara
Uji klinis fase 3 yang dipublikasikan pada 8 Juli 2026 melibatkan 1.698 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 dari enam negara. Setelah 52 minggu, hasilnya menunjukkan orforglipron unggul di hampir semua metrik:
- Penurunan HbA1c: 1,71–1,91% (dari rata-rata awal 8,3%), dibanding 1,47% pada oral semaglutide
- Penurunan berat badan: 6,1–8,2 kg, dibanding 5,3 kg pada semaglutide
Menurut Prof. Martin Whyte, Associate Professor of Metabolic Medicine di University of Surrey, "orforglipron memberikan hasil yang lebih baik dalam kontrol gula darah dan penurunan berat badan secara simultan."
Efek Samping: Kelemahan Utama
Meski lebih efektif, orforglipron memiliki efek samping gastrointestinal yang lebih tinggi. Sekitar 59% peserta melaporkan mual, muntah, diare, atau sembelit — dibanding 37–45% pada semaglutide. Akibatnya, sekitar 10% peserta orforglipron menghentikan pengobatan, sementara hanya 4–5% yang berhenti di kelompok semaglutide.
Efek samping ini diduga terjadi karena konsentrasi obat yang lebih tinggi dalam darah setiap hari, berbeda dengan semaglutide yang pelepasannya lebih bertahap.
Kenapa Ini Penting?
Kehadiran orforglipron bisa mengubah lanskap pengobatan diabetes dan obesitas. Karena diproduksi sebagai senyawa kimia sederhana, biaya pembuatannya jauh lebih murah dibanding obat peptide seperti Ozempic. Ini artinya bisa lebih terjangkau — terutama untuk negara berkembang.
Selain itu, tidak perlu rantai dingin (cold chain) dalam distribusi, sehingga lebih mudah diakses di daerah terpencil. Namun, kepatuhan jangka panjang menjadi tantangan: efek samping gastrointestinal yang tinggi bisa membuat pasien berhenti minum obat sebelum melihat manfaat penuh.
Masa Depan Orforglipron
Orforglipron adalah kandidat kuat pengganti oral semaglutide sebagai obat lini pertama untuk diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan. Efektivitasnya lebih baik, cara pakainya lebih praktis, dan biaya produksinya lebih murah. Tapi tantangan tolerabilitas masih harus diatasi sebelum obat ini bisa menggantikan Ozempic secara luas.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai pengobatan baru.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa perbedaan utama orforglipron dan Ozempic?
Orforglipron adalah pil harian (small-molecule GLP-1 agonist) yang tidak perlu disimpan di kulkas dan bisa diminum kapan saja tanpa makanan. Ozempic adalah injeksi mingguan berbasis peptide yang memerlukan pendinginan.
Berapa berat badan yang bisa turun dengan orforglipron?
Dalam uji klinis, rata-rata penurunan berat badan dengan orforglipron mencapai 6,1 hingga 8,2 kg setelah 52 minggu — lebih tinggi dari oral semaglutide yang hanya 5,3 kg.
Apakah orforglipron sudah tersedia di Indonesia?
Belum. Orforglipron masih dalam uji klinis dan belum mendapatkan persetujuan BPOM atau FDA. Diperkirakan masih perlu beberapa tahun sebelum tersedia secara komersial.
Apa efek samping orforglipron yang paling umum?
Efek samping gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, dan sembelit dilaporkan oleh 59% peserta — lebih tinggi dari semaglutide (37-45%). Sekitar 10% peserta menghentikan pengobatan karena efek samping ini.
