- Mood boost ya, stres turun tidak: Mengelus kucing memberi lonjakan kebahagiaan sesaat, tetapi tidak menurunkan stres.
- Kucing bisa bikin stres makin tinggi: Dalam beberapa situasi, interaksi dengan kucing justru meningkatkan stres pemilik.
- Kualitas interaksi是关键: Efek tergantung pada suasana hati kucing dan kualitas interaksi, bukan sekadar mengelus.
Pulang kerja stres, langsung elus kucing. Kedengarannya logis, kan? Tapi studi terbaru membalikkan logika itu: mengelus kucing ternyata tidak menghilangkan stres. Bahkan, bisa memperburuknya.
Temuan Studi
Peneliti dari Belanda menerbitkan studi di jurnal Frontiers in Psychology pada Juni 2026. Mereka melacak 111 pemilik hewan — 75 pemilik anjing dan 36 pemilik kucing — selama 5 hari berturut-turut menggunakan aplikasi khusus.
Setiap hari, peserta menerima sekitar 10 notifikasi acak yang menanyakan tiga hal: apakah mereka sedang berinteraksi dengan hewan peliharaan, bagaimana suasana hati mereka, dan seberapa tinggi tingkat stres mereka saat itu.
Hasilnya Mengejutkan
Interaksi dengan kucing dan anjing terbukti memberikan lonjakan kebahagiaan sesaat. Namun, baik kucing maupun anjing tidak mampu menurunkan tingkat stres pemiliknya.
Lebih mengejutkan lagi: kucing justru menunjukkan efek sebaliknya. Dalam beberapa situasi, interaksi dengan kucing meningkatkan stres pemilik, sementara anjing hanya tidak memberikan efek apa pun terhadap stres.
Kenapa Kucing Berbeda?
Menurut para peneliti, perbedaan ini bisa dijelaskan dari sejarah domestikasi. Kucing menjalani proses seleksi genetik yang jauh lebih sedikit dibandingkan anjing.
"Anjing didomestikasi untuk bekerja sama dengan manusia, sementara kucing dijinakkan untuk mengendalikan hama," tulis tim peneliti. Akibatnya, kucing masih memiliki banyak sifat leluhurnya: soliter dan teritorial.
Masalah lain: pemilik sering salah membaca bahasa tubuh kucing. Banyak orang tidak sadar saat kucing mereka sedang tidak nyaman atau terganggu.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kamu Elus Kucing?
Efek mengelus kucing tergantung pada kualitas interaksi dan suasana hati kucing itu sendiri.
- Jika kucing tidur di pangkuanmu dan merasa nyaman, stres mungkin berkurang.
- Jika kucing menolak dan mengeong protes, memaksanya untuk dielus justru bisa meningkatkan stresmu.
Studi ini juga mengingatkan bahwa jumlah sampel pemilik kucing (36 orang) lebih kecil dari pemilik anjing (75 orang), sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hasil yang lebih kuat.
Kesimpulan
Mengelus kucing tetap menyenangkan dan memberikan mood boost. Tapi jangan jadikan satu-satunya senjata untuk melawan stres. Olahraga ringan, meditasi, atau tidur cukup mungkin pilihan yang lebih efektif secara fisiologis.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah berarti kucing tidak baik untuk kesehatan mental?
Tidak. Kucing tetap memberikan kebahagiaan sesaat — hanya saja jangan mengandalkannya sebagai metode utama mengelola stres. Mood boost tetap nyata.
Selain mengelus hewan, apa cara lain yang terbukti mengurangi stres?
Studi sebelumnya menunjukkan olahraga ringan, meditasi, tidur cukup, dan interaksi sosial positif lebih efektif menurunkan stres secara fisiologis.
Apakah hasil studi ini berlaku untuk semua kucing?
Setiap kucing punya kepribadian berbeda. Ada yang penyayang, ada yang acuh. Efek interaksi sangat tergantung pada hubungan antara pemilik dan kucingnya.
