Pernah lihat bintang jatuh dan langsung bikin permintaan? Akhir pekan ini kamu punya kesempatan.

Hujan meteor June Bootids diprediksi mencapai puncak pada 26-27 Juni 2026. Fenomena langit ini bisa diamati dari Indonesia tanpa alat khusus.

Dari Mana Asalnya?

June Bootids berasal dari debu Komet 7P/Pons-Winnecke. Saat Bumi melewati jejak debu ini, partikel-partikel itu terbakar di atmosfer dan menciptakan garis cahaya yang kita sebut meteor.

Menurut peneliti astronomi melalui laporan Dadi Saputra dari PEWARTA pada 25 Juni 2026, puncak hujan meteor ini terjadi pada akhir pekan dengan laju 5 hingga 10 meteor per jam.

Waktu Terbaik Mengamati

Buat kamu di Indonesia, waktu terbaik mulai pukul 22:00 WIB pada 26 Juni hingga subuh sekitar pukul 04:00 WIB pada 27 Juni. Arahkan pandangan ke langit barat hingga barat daya.

Tantangannya: malam itu Bulan sedang dalam fase sabit yang cukup terang. Tapi selama kamu di lokasi yang gelap, meteor tetap bisa terlihat.

Kenapa June Bootids Unik?

Berbeda dari hujan meteor lain yang jumlahnya bisa puluhan per jam, June Bootids terkenal tidak bisa diprediksi. Kadang hanya 1-2 meteor per jam, tapi bisa meledak jadi puluhan — fenomena yang disebut outburst. Yang terakhir terjadi pada 2004, ketika frekuensi meteor melonjak 900% lebih tinggi dari normal, mencapai 50-100 meteor per jam.

Tahun ini diperkirakan normal (5-10 per jam), tapi tetap worth it. Inilah pesona June Bootids: kamu tidak akan pernah tahu pasti.

Tips Mengamati

  • Cari lokasi terbuka jauh dari lampu kota — pantai, bukit, atau lapangan
  • Matikan layar HP selama 15 menit biar mata terbiasa gelap
  • Jangan pakai teleskop — cukup mata telanjang
  • Bawa tikar duduk dan air minum
  • Cek prakiraan cuaca dari BMKG — awan tebal bisa menghalangi

Kesimpulan

Hujan meteor June Bootids memberi kesempatan langka untuk menyaksikan fenomena astronomi tanpa alat khusus. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, meluangkan waktu semalam untuk menatap langit bisa jadi alternatif yang tak kalah seru.