Penjualan konsol PlayStation 5 di Amerika Serikat mencatat rekor terburuk dalam 25 tahun terakhir. Menurut data Circana yang dirilis 29 Juni 2026, PS5 hanya terjual 58% lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun 2025 — level terendah sejak Mei 2000, beberapa bulan sebelum PS2 legendaris dirilis.

Kenapa Penjualan Anjlok?

Penyebab utamanya adalah kenaikan harga. Sony menaikkan harga PS5 sebesar USD 100-150 pada Maret 2026. PS5 standar kini dibanderol USD 549, sementara PS5 Pro mencapai USD 899. Kenaikan ini langsung menghantam permintaan konsumen.

"Mei 2026 mencatatkan rekor penjualan unit konsol PlayStation terendah di AS sejak Mei 2000," ujar Mat Piscatella, analis industri game dari Circana.

Krisis Komponen AI Jadi Biang Kerok

Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Pembangunan fasilitas pusat data AI yang masif di seluruh dunia telah menyedot pasokan memori dan RAM global. Produsen memori Micron bahkan membekukan harga kontrak untuk 5 tahun ke depan. Kelangkaan ini diperkirakan tidak membaik sebelum 2028.

Nasib Xbox Tidak Lebih Baik

Xbox Series S|X juga mengalami bulan terburuk sepanjang sejarah pencatatan. Setelah dua kali kenaikan harga pada 2024 dan 2025, Microsoft berencana menaikkan harga untuk ketiga kalinya pada Agustus 2026 dengan kenaikan paling curam: USD 100-150.

Uniknya, meski unit Xbox turun 12% YoY, total pengeluaran pelanggan justru naik 7%. Artinya, konsumen membayar lebih mahal untuk konsol yang sama.

Nintendo Switch 2: Sang Penyelamat

Di tengah krisis, Nintendo Switch 2 menjadi bintang. Penjualan tahun pertamanya mencapai 5,9 juta unit — rekor konsol portabel tercepat kedua di AS sejak 1995, hanya kalah dari Game Boy Advance (6,5 juta unit).

Berkat Switch 2, total belanja hardware AS justru naik 38% secara keseluruhan. Nintendo juga menahan kenaikan harga hingga September 2026, hanya USD 50 — jauh lebih kecil dibanding kompetitor.

Dampak bagi Konsumen

Kenaikan harga konsol berarti konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk bermain game. Dengan PS5 Pro seharga USD 899, konsol ini kini setara harga laptop gaming entry-level. Akibatnya, banyak gamer menunda pembelian atau beralih ke PC gaming. Mei 2026 mungkin menjadi puncak terakhir kenaikan belanja hardware tahunan.

Satu faktor yang bisa mengubah segalanya: Grand Theft Auto VI. Rilis game ini diprediksi akan meledakkan permintaan konsol dan menguras pasokan yang tersisa. Pertanyaannya, akankah konsumen rela membayar harga yang terus meroket?