Anthropic, perusahaan AI di balik model Claude, bikin geger industri keamanan siber pada Juni 2026. AI terbaru mereka, Mythos 5, berhasil membobol hampir seluruh sistem pertahanan siber Amerika Serikat dalam hitungan jam saat disimulasikan oleh NSA.

Ternyata, kemampuan Mythos jauh melebihi ekspektasi — dan kekhawatiran — banyak pihak.

Ancaman Nyata bagi Keamanan Siber Global

Komandan Komando Pertahanan Siber AS sekaligus Direktur NSA mengungkapkan hasil simulasi Mythos 5 terhadap semua dokumen dan sistem rahasia NSA pada Juni 2026. Hasilnya: Mythos 5 bisa menembus hampir semuanya dalam hitungan jam.

Sebelumnya, peretas butuh waktu berminggu-minggu untuk menembus pertahanan yang sama, bahkan dengan bantuan AI lain.

Asal-usul Mythos yang Kontroversial

Mythos 5 pertama kali dirilis pada April 2026 melalui Project Glasswing — program akses terbatas untuk organisasi tertentu dalam uji kerentanan. Model ini mampu menemukan celah keamanan (bugs) dalam kode komputer yang bisa dieksploitasi.

Anthropic sendiri mengakui risikonya: menurut perusahaan, di tangan yang salah Mythos sangat berbahaya.

Fable 5 yang Gagal Jadi Solusi

Untuk mengatasi kekhawatiran keamanan, Anthropic merilis Fable 5 pada 9 Juni 2026 — versi Mythos dengan pembatas keamanan yang lebih ketat. Tapi celah tetap ditemukan.

Peneliti Amazon berhasil melakukan jailbreak pada Fable 5 menggunakan serangkaian prompt untuk mengekstrak informasi serangan siber terlarang. Anthropic menyebut celah ini "minor dan sudah diketahui" — tapi pemerintah AS menganggapnya sebagai kelalaian serius.

Respons Pemerintah dan Industri

Pemerintah AS bergerak cepat. CISA dan National Cyber Director mulai membahas pemendekan tenggat patch kerentanan dari 2-3 minggu menjadi hanya 3 hari.

White House mengecam Anthropic: menurut penasihat White House David Sacks, Anthropic memprioritaskan produk konsumen di atas keamanan.

AS akhirnya melarang akses asing ke Mythos 5 dan Fable 5 pada 12 Juni 2026.

G7 Ikut Terlibat

Isu ini menjadi topik utama di KTT G7 di Evian-les-Bains pada 15-17 Juni 2026. Para pemimpin negara membahas kekhawatiran bahwa AI bisa menjadi alat dominasi negara.

Yang Bisa Kita Pelajari

Kasus Mythos menunjukkan bahwa kecepatan inovasi AI bisa melampaui kemampuan kita untuk mengamankannya. Ketika sebuah model bisa membobol sistem pertahanan negara dalam hitungan jam, ini bukan lagi soal “kalau” — tapi “kapan” celah serupa bisa dimanfaatkan.

Kesimpulan

Mythos 5 membuka mata dunia tentang potensi bahaya AI yang tidak terkontrol. Dari NSA yang kewalahan hingga KTT G7 yang membahas regulasi, satu hal jelas: keamanan AI bukan lagi soal masa depan, tapi sudah menjadi krisis hari ini.