Kamu pikir smoothie pisang-berry itu sehat? Studi terbaru dari University of California, Davis membuktikan sebaliknya: kombinasi ini justru bisa menghilangkan hingga 84% manfaat antioksidan yang seharusnya kamu dapatkan.

Temuan Utama Studi

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food and Function 21 Juni 2023 ini melibatkan 8 partisipan pria untuk pengujian awal dan 11 partisipan untuk pengujian lanjutan. Hasilnya: ketika partisipan mengonsumsi smoothie pisang-berry, kadar metabolit flavonol dalam darah mereka 84% lebih rendah dibandingkan saat mengonsumsi smoothie berry murni atau kapsul flavonol.

"Kami benar-benar terkejut melihat seberapa cepat satu buah pisang menurunkan kadar flavonol dalam smoothie dan kadar flavonol yang diserap tubuh," kata Javier Ottaviani, ahli nutrisi dari UC Davis.

Kenapa Pisang Mengganggu Penyerapan?

Penyebabnya adalah enzim polifenol oksidase (PPO) yang terkandung dalam pisang. Enzim ini menyebabkan pisang berubah warna menjadi cokelat saat terpapar udara — dan efek yang sama terjadi pada flavonol dari berry.

Dalam eksperimen laboratorium, smoothie pisang-berry yang dibiarkan pada suhu ruang selama satu jam menunjukkan kadar flavonol yang jauh lebih rendah dibandingkan smoothie berry murni. Saat PPO dalam pisang dihambat secara sengaja, kadar flavonol tetap stabil.

Yang lebih menarik: bahkan ketika jus pisang dan jus berry diminum secara terpisah di waktu yang sama, penyerapan flavonol tetap lebih rendah. Ini menunjukkan PPO bisa tetap aktif di dalam sistem pencernaan.

Cara Minum Smoothie yang Benar

Untuk memaksimalkan manfaat antioksidan dari berry, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari mencampur pisang dengan berry dalam satu smoothie
  • Gunakan bahan pengental alternatif seperti yogurt, alpukat, atau frozen berry itu sendiri
  • Konsumsi pisang di waktu terpisah, bukan bersamaan dengan berry

Kesimpulan

Studi ini menunjukkan bahwa cara kita menyiapkan dan mengombinasikan makanan sama pentingnya dengan pilihan makanan itu sendiri. Smoothie berry yang sehat bisa kehilangan hingga 84% manfaatnya hanya karena satu buah pisang. Artinya, pemilihan bahan dan metode konsumsi punya dampak besar terhadap nutrisi yang benar-benar diserap tubuh.