Kucing peliharaan yang menggemaskan ternyata bisa membawa parasit berbahaya yang menyebabkan kebutaan.

Menurut Profesor Justine Smith dari Flinders University Australia, parasit Toxoplasma gondii yang hidup di tubuh kucing telah menginfeksi setengah populasi dunia. Dalam kasus tertentu, parasit ini bisa merusak retina mata secara permanen.

Kenapa Parasit Ini Berbahaya untuk Mata?

Toxoplasma gondii adalah parasit bersel satu yang hidup di tubuh kucing. Manusia bisa terinfeksi melalui kotoran kucing atau daging mentah yang terkontaminasi.

"Saat menginfeksi manusia, parasit ini sangat menyukai mata, terutama retina," jelas Prof. Smith kepada 7NEWS 27 Juni 2026. "Parasit ini memakan sedikit bagian retina dan menyebabkan peradangan serta jaringan parut."

Seberapa Besar Risikonya?

Studi di Busselton, Australia Barat, menemukan 1 dari 150 orang memiliki jaringan parut di retina akibat toxoplasmosis. Tingkat keparahan tergantung di mana lokasi jaringan parut tersebut. Pada orang dengan sistem imun lemah, infeksi diam bisa aktif kembali dan menyebabkan kerusakan retina berkelanjutan.

Bahaya untuk Ibu Hamil

Risiko paling serius terjadi pada ibu hamil yang baru pertama kali terinfeksi. Infeksi awal selama kehamilan bisa menular ke janin dan menyebabkan masalah penglihatan permanen, gangguan neurologis seumur hidup, hingga risiko keguguran.

Cara Melindungi Diri

Kelompok Risiko Langkah Pencegahan
Ibu hamil Infeksi awal bisa berdampak ke janin Hindari membersihkan litter box kucing
Imun lemah Infeksi diam bisa aktif kembali Pantau gejala, cari pengobatan dini
Semua orang Biasanya tanpa gejala Cuci tangan setelah pegang kucing, masak daging hingga matang

Kesimpulan

Toxoplasmosis adalah penyakit yang sering diabaikan, padahal dampaknya serius: dari kebutaan hingga keguguran. Meski setengah populasi dunia pernah terpapar, kesadaran dan pencegahan masih rendah. Para peneliti mendesak WHO untuk memasukkan toxoplasmosis ke daftar Neglected Tropical Diseases agar mendapat pendanaan dan perhatian publik yang layak.

Artikel ini bersifat informatif, bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan dokter untuk kondisi kesehatan Anda.