Musim panas di Australia membawa ancaman serius bagi hewan peliharaan. Animal Welfare League Queensland (AWLQ) melaporkan lonjakan drastis kasus tick paralysis — kelumpuhan akibat gigitan kutu parasit — pada anjing dan kucing.

Sepanjang September 2025, klinik AWLQ Gold Coast menangani 33 kasus tick paralysis. Dalam satu pekan terparah, 14 hewan dirawat dengan tingkat kematian mencapai 43%. Brisbane melaporkan 12 kasus sejak Agustus, hampir separuhnya berakibat fatal.

Apa Itu Tick Paralysis?

Tick paralysis disebabkan oleh kutu parasit penghisap darah yang menempel pada tubuh hewan dan melepaskan neurotoksin. Jika tidak ditangani, racun ini menyebabkan kelumpuhan otot, gagal napas, dan kematian dalam hitungan hari.

Kutu paralysis berukuran 1-10 mm dan sering bersembunyi di area semak, rumput tinggi, atau hutan. Gejala awal sulit dikenali — hewan bisa tampak normal meski kutu sudah menempel.

Tanda yang Harus Diwaspadai

Dr Dia Charalambous dari AWLQ Gold Coast Community Vet Clinic mengatakan gejala awal meliputi:

  • Muntah atau muntah-muntah tanpa makanan
  • Lesu dan kehilangan nafsu makan
  • Air liur berlebihan
  • Batuk atau napas berat
  • Gaya jalan sempoyongan
  • Kelemahan kaki belakang yang menjalar hingga kelumpuhan total

"Saat kutu pertama menempel, sering tidak ada gejala sama sekali," peringatan AWLQ. "Jika Anda bisa menemukan dan mengangkat kutu sebelum racun cukup banyak masuk ke tubuh hewan, Anda bisa mencegah kelumpuhan."

Kisah Nyata: Hanuman Si Cavoodle

Hanuman, cavoodle berusia 1,5 tahun, dilarikan ke UGD hewan dalam kondisi kritis akibat tick paralysis parah. Ia harus dipindahkan ke fasilitas darurat 24 jam dan menjalani perawatan intensif selama sepekan sebelum pulih.

Pemiliknya menggambarkan pengalaman itu sebagai "sangat menegangkan dan emosional" dan mendesak pemilik hewan lain untuk tidak menyepelekan pencegahan.

Pencegahan vs Biaya Perawatan

"Pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati," kata Dr Charalambous. "Memastikan anjing atau kucing Anda rutin menggunakan obat pencegah kutu itu sangat penting."

Biaya pencegahan: Obat kutu (kalung, oral, atau tetes) sekitar Rp100-200 ribu per bulan atau kurang dari Rp1,5 juta untuk perlindungan 6-8 bulan.

Biaya pengobatan: Bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, termasuk anti-serum kutu, rawat inap, dan ventilator untuk kasus lanjut.

Kapan Harus ke Dokter Hewan?

Segera bawa hewan ke dokter jika muncul gejala di atas, terutama jika Anda tinggal di area dengan banyak semak atau rumput tinggi. Kasus lanjut membutuhkan perawatan darurat 24 jam yang tidak bisa ditangani klinik biasa.

AWLQ mencatat lonjakan kasus ini dipicu oleh cuaca hangat yang tidak musiman dan menurunnya penggunaan obat pencegah kutu oleh pemilik hewan.