- Studi 3.966 orang (19-94 tahun) buktikan otak bisa membaik di usia berapa pun
- Cukup 5-15 menit latihan kognitif per hari, engagement adalah kuncinya
Anggapan bahwa fungsi otak akan menurun seiring usia ternyata tidak sepenuhnya benar. Sebuah studi terbaru yang melibatkan hampir 4.000 orang dewasa menunjukkan bahwa otak justru bisa tetap berkembang — bahkan hingga usia 90 tahun.
Peneliti dari Center for BrainHealth, University of Texas at Dallas, menerbitkan temuan ini di jurnal Scientific Reports (Nature) 13 Juni 2026. Mereka melacak 3.966 partisipan berusia 19 hingga 94 tahun selama tiga tahun.
Hasilnya mengejutkan: otak bisa membaik di usia berapa pun. Bahkan partisipan di usia 80-an menunjukkan peningkatan. Kuncinya hanya 5-15 menit latihan per hari.
Otak Bisa Berubah, Bukan Sekadar Menua
Penelitian ini menggunakan BrainHealth Index (BHI), alat ukur yang menggabungkan sekitar 20 metrik untuk menilai tiga area utama: ketajaman berpikir (clarity), keseimbangan emosional, dan keterhubungan dengan orang lain serta tujuan hidup.
"Setiap otak itu unik seperti sidik jari dan punya potensi untuk berkembang. Studi ini menantang narasi umum tentang penurunan kognitif yang tak terhindarkan, dan menunjukkan bahwa kesehatan otak bisa dipupuk secara proaktif di usia berapa pun," kata Lori Cook, PhD, Direktur Riset Klinis Center for BrainHealth.
Peningkatan terbesar justru terjadi pada partisipan yang memulai dengan skor terendah. Artinya, mereka yang merasa fungsi otaknya sudah menurun punya potensi perbaikan paling besar.
Engagement Lebih Penting dari Usia
Faktor paling menentukan dalam peningkatan otak ternyata bukan usia, jenis kelamin, atau tingkat pendidikan. Prediktor terkuat adalah engagement — seberapa terlibat seseorang dalam aktivitas yang menantang kognitif.
"Sudah terlalu lama kita berpikir harus menunggu sampai ada masalah sebelum merawat otak. Studi ini mengingatkan bahwa otak tidak ditentukan oleh usia — tapi oleh kemungkinan," ujar Sandra Bond Chapman, PhD, Kepala Direktur Center for BrainHealth.
Sekitar 400 partisipan menjalani lebih dari 1.200 pemindaian otak di Sammons BrainHealth Imaging Center untuk mendukung temuan ini.
Cara Melatih Otak agar Tetap Tajam
Berdasarkan temuan studi ini, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Konsisten 5-15 menit per hari. Tidak perlu waktu berjam-jam. Latihan kognitif singkat namun rutin lebih efektif daripada sesi panjang yang jarang.
2. Pilih aktivitas yang menantang. Bukan sekadar membaca atau bermain puzzle biasa. Aktivitas harus mendorong otak untuk berpikir kompleks — seperti mempelajari keterampilan baru, bermain alat musik, atau menyelesaikan masalah logika.
3. Libatkan emosi dan koneksi sosial. BHI mengukur keseimbangan emosional dan keterhubungan dengan orang lain. Interaksi sosial yang bermakna sama pentingnya dengan latihan kognitif.
4. Lacak perkembangan. Ukur kemajuan secara berkala, bukan membandingkan dengan orang lain. Studi ini membandingkan skor partisipan dengan hasil mereka sendiri sebelumnya.
Keterbatasan Studi
Peneliti mengakui populasi studi belum sepenuhnya representatif — mayoritas berkulit putih, perempuan, dan berpendidikan tinggi. Tim sedang memperluas keragaman demografis untuk penelitian selanjutnya.
Meski begitu, temuan ini membuka kemungkinan baru: penuaan otak bukan takdir, melainkan proses yang bisa dipengaruhi secara aktif.
"Kesehatan otak bukan hanya sesuatu yang kita pertahankan — kita bisa membentuknya secara aktif seiring waktu," tambah Lori Cook.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah otak benar-benar bisa membaik di usia tua?
Ya. Studi terhadap 3.966 orang usia 19-94 tahun dari University of Texas at Dallas membuktikan bahwa fungsi otak bisa meningkat di usia berapa pun, termasuk partisipan di usia 80-an. Kuncinya adalah latihan kognitif rutin 5-15 menit per hari.
Berapa lama latihan otak yang dibutuhkan setiap hari?
Cukup 5-15 menit per hari. Studi ini menemukan bahwa durasi pendek namun konsisten lebih efektif daripada sesi panjang yang jarang dilakukan. Engagement atau keterlibatan aktif adalah faktor paling penting.
Apa itu BrainHealth Index?
BrainHealth Index (BHI) adalah alat ukur yang dikembangkan Center for BrainHealth, University of Texas at Dallas. Alat ini menggabungkan sekitar 20 metrik untuk menilai tiga area: ketajaman berpikir (clarity), keseimbangan emosional, dan keterhubungan dengan orang lain serta tujuan hidup.
